Cuaca Panas Dapat Menggangu Kesehatan Tubuh

 975 total views,  4 views today

Jakarta-INDONESIA JAYA.

Cuaca panas sedang terjadi di berbagai dunia bisa berbahaya hingga dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan. Kondisi ini dapat merenggut korban jiwa seperti fenomena heatwaveatau gelombang panas yang terjadi di Jepang.

Para peneliti megungkapkan bahwa cuaca panas yang saat ini dirasakan di berbagai negara mengakui sebagai salah satu bencana alam membahayakan. Perkotaan ialah tempat paling berisiko dengan gelombang panas yang menyebabkan lebih banyak kematian daripada bencana terkait cuaca lainnya.

Bahaya dapat ditimbulkan dari bencana alam seperti tornado, angin topan, banjir, dan kebakaran hutan. Namun, itu bukan satu-satunya bencana alam yang ada di luar. Satu kesalahan yang kami lakukan adalah tidak benar-benar fokus pada kejadian bencana yang berhubungan dengan suhu, ungkap David Eisenman, peneliti dari University of California, Los Angeles “UCLA”, Amerika Serikat.

Dilansir dari zaman Healthline, peristiwa panas ekstrim yang terjadi tahun ini telah membuat orang meninggal dunia sedikitnya 77 orang di Jepang. Hal yang sama terjadi di Quebec, Kanada, dengan korban mencapai 70 jiwa. Amerika Serikat juga dilanda suhu tinggi yang turut menelan korban, khususnya di jalan raya.

Bahaya cuaca panas terhadap kesehatan

Cuaca panas, apalagi yang ekstrim seperti gelombang cuaca panas, dapat membuat gangguan kesehatan yang sering disebut heatstroke. Kondisi ini datang secara pelan pelan dan memengaruhi  suhu tubuh yang seolah akan memanas karena kondisi sekitar. Bahkan, Anda yang merasa kepanasan di dalam ruangan tidak dingin juga berisiko terkena heatstroke

Heatstroke bisa terjadi ketika tubuh tidak mampu menurunkan suhu tubuh dikarenakan cuaca panas di sekitarnya.Namun cara tubuh untuk mengeluarkan panas adalah dengan berkeringat, tutur dr. Theresia Rina Yunita.

Selanjutnya, dr. Theresia menjelaskan bahwa asupan cairan yang kurang pada tubuh dapat menyebabkan kita dehidrasi dan juga mampu memperburuk kondisi Anda. Saat suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius, bukan tak mungkin jika terjadi gangguan kesehatan. Akan tetapi cuaca panas juga dapat memicu gangguan kesehatan lainnya, yaitu sakit kepala. Kenaikan suhu panas setiap 5 derajat Celcius mampu meningkatkan risiko terjadinya sakit kepala hingga 7,5 persen.

Jika Anda mengalami sakit kepala saat berada di tempat yang memiliki temperatur tinggi atau panas, berhati-hatilah. Keluhan ini dapat berbahaya jika tidak ditangani segera, tutur dr. Theresia.

Solusi mengatasi cuaca panas

Secara akurat, panas dapat menyebabkan dehidrasi dan heatstroke yang berbahaya. Hingga, dehidrasi ringan sudah dikaitkan dengan berbagai efek pada kemampuan kognitif juga suasana hati. Selama beberapa hari, panas yang ekstrim juga dapat memengaruhi fungsi organ internal dan memberikan tekanan berlebih pada sistem kardiovaskular.

Ketika orang ada dalam panas yang ekstrim, sistem pendingin dalam otak dapat kesulitan sampai akhirnya tidak lagi mampu beradaptasi secara baik terhadap cuaca panas. Dimana ini mengakibatkan organ internal mengalami dampak yang negatif,” kata David.

Walaupun gangguan kesehatan akibat cuaca panas bisa mengancam,akan tetapi ada sejumlah cara untuk mengatasinya. Lakukan tips apa yang dianjurkan oleh dr. Theresia ini:

  1. Minum banyak air untuk menghindari tubuh dari dehidrasi minimal 2–4 gelas. Minuman yang terbaik adalah air putih.
  2. Hindari minum alkohol karena dapat memicu dehidrasi.
  3. Carilah tempat berteduh yang memliki temperatur ruangan yang dingin, misalnya di bawah pohon , ruangan dengan kipas angin, atau lebih baik lagi ruangan ber-AC.
  4. Hindari menggunakan pakaian berlapis-lapis.
  5. Bergegas untuk mandi dengan air bersuhu ruangan atau air dingin jika memungkinkan.

Ingat,cuaca panas tidak dapat dianggap ringan karena faktanya dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan. Selain melakukan berbagai tips yang diberikan di atas, tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi lengkap dan berolahraga secara rutin. Jangan lupa juga untuk menggunakan sunblock atau sunscreen dan payung sebagai pelindung tambahan. (Kusmono )

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *