Tidak Ada Taman Bermain Lagi, Taman Remaja Surabaya Di Segel

243 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

SURABAYA-INDONESIA JAYA.

Berakhir sudah untuk anak anak bermain di Taman Remaja Surabaya “TRS” karena adanya penyegelan pemkot surabaya. Taman bermain ini akhirnya tidak dapat beroperasi lagi artinya tutup. Inilah keterangan dari pihak TRS yang terkait adanya penyegelan.

“Asalnya kejadian masalah ini pada tahun 2006,” tutur Direktur Operasional TRS Didik Harianto kepada awak Media Indonesia Jaya, Selasa 04 Agustus 2018.

Didik berkata asalnya pemkot surabaya mau bantu mengeluarkan hak guna bangunan “HGB” kepada PT Sasana Taruna Aneka Ria “Star” sebagai pengolah TRS untuk lakukan pergembangan TRS. Sayangnya surat HGB ini sampai saat ini tidak diterbitkan.

Beliau juga berkata pemkot  tidak memperpanjang tanda daftar perusahaan “TDP” serta juga SIUP PT Star. Sementara pendapat Didik, Pemkot Surabaya ingin agar PT Star dibubarkan karena alasan tertentu seperi benturan dengan perwali tahun 2014.

Sementara peraturan menteri perdagangan tidak ada sebutkan bahwa TDP, SIUP, serta HO tersebut tidak perlu perpanjang. Namun disisi lain dari pihak pemkot minta diperpanjang dengan alasan adanya perwali tahun 2014. Sementara itu dimana Salah 1 isi perwali berbunyi bahwa setiap taman hiburan (Rekreasi) harus mempunyai luas 3 hektar. Namun kami hanya 1,7 hektar,” tutur Didik.

Dari Didik sendiri mengatakan bahwa pihaknya sama pemkot sudah ada perjumpaan, akan tetapi perjumpaan itu tidak ada jalannya. Pemkot mengeluarkan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata “TDUP” pada 27 Agustus.Tuturnya

“Surat TDUP dicabut pada tanggal 27 Agustus, hingga sekarang kami tidak bisa beroperasi lagi disebabkan tidak ada izin. Dan 31 Agustus 2018 kami disegel,” tutur Didik.

Didik berkata andai TRS masih mempunyai perjanjian bersama pemkot atas penggunaan lahan tanah hingga 2026. Akan tetapi pihak investor yang wadah PT Star belum bisa melakukan pergembangan TRS sebab bermasalah HGB yang sudah dijanjikan Pemkot belum juga keluar.

Akan tetapi dari, pihak investor Far East Organization “Panama” yang pemegang saham PT Star ingin berjumpa dengan Wali Kota Surabaya untuk menyelesaikan masalah  ini.

“Surat sudah kami kirimkan selama 3 kali ke pemkot untuk menyelesaikan persoalan ini. Hingga investor kami yang sekarang posisi di Prancis mau berjumpa langsung untuk membereskan masalah tersebut. Tetapi hingga kini belum ada tanggapan. Kami pernah difasilitasi oleh BKPM di Jakarta untuk penyelesaian ini bersama pemkot, akan tetapi belum dijawaban” tutur Didik.

Di lain itu walau tidak ada lagi kegiatan di dalam TRS, Namun sekitar 80 karyawan taman remaja surabaya masih ada yang bekerja. Mereka lakukan pembersihan di tempat setiap wahana permainan yang perlu di berihkan serta melihat apa ada yang perlu perawatan. (Sudiman)

Bagikan berita ini

PERHATIAN !!!

Lowongan

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *