Lembaga KPK Jatim Mengungkap Kasus Penipuan Surabaya

 370 total views,  2 views today

SURABAYA-INDONESIA JAYA

Investigasi bersama anggota lembaga KPK yang di pimpin oleh Edi Sutrisno (Wadir Jatim Lembaga KPK) untuk mengungkap kebenaran tentang kasus penipuan seperti yang di ungkapkan oleh korban Supiyah yang beralamatkan di jalan raden paku rt.001, rw.004 desa gemurung, kecamatan gedangan, kabupaten sidoarjo jawa timur.

Supiyah selaku korban penipuan hari ini sabtu 20 oktober 2018 pukul 15.00 wib di rumahnya telah memberikan surat kuasa untuk mendampingi kasus ini kepada:
1. Agus ery prasetiawan
2. Yuli harsono
3. Edi sutrisno
4. R.alfino hadi ningrat

Dari kronologi kejadian yang di ungkapkan Supiyah kepada team, bahwa pada tahun 2013 supiyah memberikan pinjaman uang sebesar RP 150.000.000,- dan pinjaman berupa perhiasan emas total seberat 416 gram kepada Yayuk pada tgl 12 mei 2013.
Yayuk berjanji mengembalikan pinjaman tersebut dalam jangka waktu 3 bulan tapi sampai beberapa tahun tidak ada kabarnya hingga pada tahun 2017, Supiyah minta tolong kepada sutesno/pak tres dengan alamat jl. erlangga 7 no.8 perumahan taman erlangga, untuk meminta uang dan perhiasan yang ada di Yayuk.
Alhasil pak tres berhasil menagih uang dari Yayuk sebesar Rp.20.000.000,- untuk nyicil uang pinjamannya, serta perhiasannya juga di kembalikan tapi beberapa bulan kemudian setelah di cek ke toko emas ternyata

perhiasan seberat 416 gram tersebut ternyata palsu.

Menurut Edi Sutrisno (Wadirwaster Jatim lembaga KPK) “kalau memang benar bahwa perhiasan itu palsu, maka kasus ini sudah masuk ranah pidana penipuan dan penggelapan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP”.

Lanjut Edi Sutrisno, ini baru keterangan dari pihak korban maka kita akan lanjut ke rumah Yayuk yang di duga pelaku penipuan untuk kroscek.
Sekitar pukul 16.00 wib team penerima kuasa sampai di rumah Yayuk jl.pasir timur RT.04, RW.wedi gedangan – sidoarjo.

Beberapa pertanyaan yang di lontarkan kepada Yayuk tentang kronologi kejadian telah direspon oleh Yayuk dengan lugas, bahwa sebenarnya masalah ini sudah selesai sejak di buatkan surat perjanjian pada tanggal 24 november 2017 oleh pak tres dan sudah di tanda tangani oleh ke 2 belah pihak sebagai surat perjanjian penyelesaian tanpa mencantumkam nominal uang ataupun volume perhiasan yang menjadi obyek dalam kasus ini, walaupun sudah ada tanda tangan Supiyah, Yayuk juga para saksi menurut Edi Sutrisno ini masih menjadi tanda tanya besar karena selama ini pihak korban hanya menerima uang sejumlah Rp 20.000.000,- terus sisa uang larinya kemana???

Jalan satu-satunya agar masalah ini cepat selesai, harus di adakan mediasi secara kekeluargaan antara Supiyah , Yayuk, pak Tres beserta para saksi.
Dalam kasus ini pak Tres adalah saksi kunci yang harus dihadirkan dalam mediasi, tutur Edi Sutrisno “Wadir Jatim lembaga KPK”

Dirwaster Jatim (Gus Arief) menambahkan, “jika masih memungkinkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan maka segera agendakan untuk mediasi dari ke 2 belah pihak dengan membawa bukti-bukti yang ada beserta para saksi, namun jika kasus ini secara terang-benderang mengandung unsur penipuan dan penggelapan serta tidak ada itikad baik dari pelaku, maka Kasus Ini Akan Diselesaikan lewat jalur hukum biar segera bersih masalah ini karena kasusnya sudah terjadi beberapa tahun silam (Ongkir/CT

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *