Sebelum Transaksi Sabu Sabu Ketangkap Polisi

 291 total views,  2 views today

SOLO-INDONESIA JAYA.

Lima orang pemuda ditangkap jajaran polsek serengan sebelum melakukan  transaksi jual beli narkoba jenis sabu-sabu. Ke 5 pemuda, Okky Rizka alias Okky, Dedi Setiawan alias Dedi, Condro Kusfitrianto alias Condro, Dicky Setiawan alias Dicky dan Iswandi alian Wandi ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (4/12/2018).

Menurut Kapolsek serengan, Kompol Giyono, penangkapan ke 5 pemuda tersangka kasus penyalahgunaan narkotika tersebut bermula pada sabtu (17/11/2018) lalu dimana anggota reskrim polsek serengan mendapat informasi akan ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

Anggota reskrim polsek serengan dipimpin Panit 1 reskrim, Ipda Budi Santoso, kemudian melaksanakan penyelidikan di sekitar pukul 05.00 WIB di TKP. Sampai pada akhirnya polisi membuntuti 2 orang yang diduga pelaku sampai di jalan maduro, kelurahan  kratonan, serengan, solo, di  depan kos D’Paragon.
Kemudian pelaku yang mengendarai mobil honda city langsung diberhentikan polisi lalu digeledah. Dalam penggeledahan tersebut, tersangka Okky dan Dedi kedapatan membawa 1 paket plastik kecil berisi sabu-sabu yang merupakan pesanan orang.

Lalu kami lakukan pengembangan perkara dan menghubungi orang yang memesan sabu. Kemudian kami berhasil menangkap di selatan pasar Harjodaksino atas nama Condro Kusfitrianto sebagai pemesan,” urainya.
Sedangkan 2 tersangka lain yakni Dicky Setiawan dan Iswandi ditangkap di rumah mereka masing-masing. Polisi menyita barang bukti berupa uang tunai 100 ribu, 2 buah handphone, 1 buah bong dan 1 buah korek gas dari tangan tersangka. Tersangka Okky dikenai Pasal 114 ayat 1, 112 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan Dedi dikenai Pasal 114 ayat 1, pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian untuk Condro, Dicky dan Wandi dikenakan Pasal 114 ayat 1, 112 ayat 1, 127 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas perbuatannya, mereka terancam hukuman penjara paling lama 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Selain itu juga pidana denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 miliar,”(Sunar/CT).

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *