Pekerjaan Dana Hibah 2018 Di Duga Tidak Sesuai RAB,Komad Datangi UPT Bina Marga Provinsi Jatim

 408 total views,  2 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Pekerjaaan dana hibah 2018 dinilai asal jadi atau tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) membuat geram LSM Komonitas Monitoring dan Advokasi ( KOMAD) , dan dinas UPT bina marga jawa timur terkesan tutup mata dengan adanya pekerjaan dana hibah tahun 2018 yang sudah terealisasi di berbagai desa,dengan hal tersebut membuat teman-teman LSM Komunikasi Monitoring Dan Advokasi ( komad) melakukan audensi atas temuan pekerjaan dana hibah untuk pokmas yang diduga tidak sesuai dengan Spek dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) atau asal – asalan di beberapa desa yang ada di kabupaten pamekasan. Rabu (12/12/2018).

Ketua komad Zaini Werwer menyampaikan,bahwa hasil temuan di lapangan banyak pekerjaan pokmas tersebut asal jadi.

“Melihat hasil temuan kami dibawah yaitu setiap pekerjan fisik Pokmas tidak ditemukan prasasti,dan pekerjaannya terkesan asal- asalan dibeberapa desa. Kami menduga bahwa ini menghamburkan anggaran pemerintah yang diperuntukkan untuk pekerjaan pokmas itu,” Ucap Werwer (sapaan akrabnya) Ketum komad.

Selain itu juga dirinya, merasa sangat kecawa dengan hasil keputusan pihak UPT Pu bina marga provinsi kabupaten pamekasan

” Jelas kami kecawa atas keputusan pihak UPT itu, karena dengan dalih atau alasan tidak punya kewenangan dan kapasitas untuk mengawasi secara langsung di lapangan atas dasar UU Perpres no16 tahun 2018, dan juga hanya bisa memprefikasi pengajuan proposal saja, ini kesannya sama dengan kurir saja,”jelas Werwer dengan nada kesal.

Untuk lebih lanjut dirinya juga berjanji akan menindak lanjuti persoalan itu ke pihak provisi dan ke rana hukum.

” Dalam waktu dekat ini, kami akan mendatangi PU bina marga provinsi untuk mempersoalkan keputusan yang terkesan sangat janggal pihak UPT bina marga provinsi jatim, kabupaten pamekasan. Dan kami sudah mengantongi beberapa bukti untuk melaporkan ke rana hukum,”Tegas Werwer.

Terpisah Kepala sub bagian tata usaha UPT bina marga Sugeng Waelotjo, mengaku bahwa kedatangan rekan- rekan LSM itu hanya meminta data dan dialog seputar pokmas.

“Seharusnya mereka minta data dalam isi suratnya ditujukan kepada dinas PU bina marga provinsi bukan ke sini karena kami hanya pelaksana,” Ujar Sugeng kepada Awak Media.(Ahmad/CT)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *