Para Pegiat Pergerakan Angkat Bicara Terkait Statement Bupati Pamekasan

 279 total views,  2 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Maraknya aksi disela-sela program 100 hari kerja Bupati pamekasan terkuak kabar bahwa lembaga pegiat pergerakan yang melakukan aksi-aksi tersebut salah satunya meminta proyek dengan memggunakan bahasa ancaman untuk mendapatkan proyek. Jumat ( 15/12/2018 )

Beberapa pegiat aksi diantaranya Central Kreasi Muda Pamekasan (CEKAM-P), Komunitas Monitoring dan Advokasi ( KOMAD ) dan Front Aksi Massa ( FAMAS ) serta beberapa organisasi yang lainnya angkat bicara terkait statmen orang nomor 1 di pamekasan tersebut.

Ketua Komonitas Monitoring dan Advokasi (KOMAD) Zaini Werwer menyatakan,terlepas dari persoalan benar atau tidak apa yang disampaikan Bupati Pamekasan seakan-akan menjadi sebuah rumor ketidak percayaan masyarakat, serta akan melemahkan pada pegiat pergerakan.

” Stetmen Bupati yang diterbitkan disalah 1 media, sebenarnya apa yang disampaikan Bupati itu sangat tidak elok, dan kita selaku organisasi yang selalu mendemo pamerintah pamekasan, meminta dan mendesak kepada Bupati pamekasan untuk melaporkan orang yang sudah melakukan pengancaman tersebut”. Tegas Werwer.

” Yang saya sesalkan kepada Bupati pamekasan saat kemarin di forum diskusi menanyakan “dapat dari mana biaya demo itu, nanti kita akan usut”, padahal pembiayaan organisasi itu dapat dari mana saja, selama itu tidak mengikat dan memaksa, kalau Bupati tidak faham suruh belajar ke saya”. ujar Werwer

Selain itu ketua CEKAM-P Indra X menuturkan apapun bentuknya, bagaimana sekarang kita meminta kepada Bupati untuk mengatakan siapa yang melakukan pengancaman tersebut.

“Ayo tugas kita semua sekarang untuk menekan Bupati pamekasan, untuk menyampaikan siapa yang melakukan itu”. Singkatnya

Abdus Marhaen salam menambahkan selaku Ketua FAMAS , menyampaikan bahwa pihaknya praktis sebagai demonstran bahwa pihaknya merasa di diskreditkan dengan adanya statemen Bupati pamekasan.

“Bupati klarifikasi terbuka didepan publik, untuk menyebutkan nama yang menurut Bupati meminta proyek paska demonstrasi, sehingga saya selaku bagian masyarakat yang mulai kritia melihat sistem pemerintahan, tidak merasa menjadi tokoh antagonis dalam drama Gerbang salam”. Tambah Abdus Marhaen Salam

Rosi Kancil selaku pengamat kebijakan publik, yang juga merupakan anggota CEKAM-P mengajak kepada masyarakat Pamekasan, untuk membantu Bupati pamekasan, segera mengusut tuntas pelaku pengancaman tersebut.

“Kami sebagai masyarakat pamekasan, tidak terima ketika Bupati kita sebagai orang nomor 1 di kabupaten Pamekasan di ancam, oleh seseorang atau oknum, sehingga membuat bingung Bapak kita, maka dari itu kita sebagai masyarakat pamekasan menemui Bupati dan bertanya siapa yang mengancam beliau, dan kami akan menjadi orang nomor 1 yang akan melaporkan.”. Tegas Rosi Kancil

Sementara berita ini dinaikkan belum ada konfirmasi dari Bupati pamekasan. (Mochtar/CT)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *