Warga RT 02/03 Kelurahan Bugih Kecewa Hasil Pavingisasi Asal Jadi

 313 total views,  2 views today

PEMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Pekerjaan proyek pavingisasi dikeluhkan masyarakat jalan Bazar Gang I RT 02 / RW 03 kelurahan bugih, kabupaten pamekasan, madura, jawa timur, karena baru selesai pekerjaannya sudah banyak yang retak (pecah). Dan pemasangannya renggang, padahal pekerjaan itu baru selesai beberapa hari lalu,selasa (18/12/2018).

Hasil pantauan Media Indonesia Jaya di lapangan, pekerjaan pavingisasi itu baru saja selesai tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat sekitar. Sayanganya, pekerjaan baru di paving itu sudah banyak yang pecah dan spacenya berjauhan, sehingga pavingnya mudah bergerak ketika pengendara melintas.

Ketua RT 02 / 03 H.Aspali saat ditemui Media Indonesia Jaya menyampaikan,bahwa warga setempat menyayangkan adanya perkerjaan pavingisasi itu. Sebab, oknum pelaksana terkesan bekerja asal jadi dan tidak ada koordinasi.

“Warga saya sangat kecewa dengan hasil pekerjaan tersebut kerena pavingnya sudah banyak yang pecah dan pemasangannya banyak renggang,jika begini hasilnya ini jelas tidak lama,dan juga saya menyesalkan karena tidak ada pemberitahuan kepada saya dari pihak kontraktor,juga saya heran tau – tau pekerjaan sudah selesai, ” kata H.Aspali.

Lebih lanjut H.Aspali menuturkan,bahwa warga menginginkan pekerjaan tersebut tidak terlalu tinggi dari sebelumnya.

“Warga saya itu mengijinkan pekerjaan tersebut tidak terlalu tinggi dari sebelumnya,karena kalau seperti ini pasti kalau hujan air akan masuk kerumahnya warga,lihat saja sendiri mas hasil pekerjaan tersebut,”tegasnya dengan rasa kecewa

Salah satu anggota LSM Komonitas Monitoring dan Advokasi ( KOMAD ) Bapak Jatem menuturkan kepada Media Indonesia Jaya,bahwa pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja ( RAB ),karena dilihat dari kwalitas pekerjaan asal jadi.

” Saya menyesalkan atas hasil pekerjaan pavingisasi ini , sudah banyak yang pecah dan pemasangan paving yang dengan jaraknya yang renggang,juga pasir serapannya hasil pantauan kami itu tidak ada,”tutur Jatem.

Jatem menegaskan diakhir wawancara,” agar dinas yang menaungi pekerjaan paving ini segera menindak lanjuti hasil pekerjaan pelaksananya di bawah karena dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomer 18 Tahun 1999 tentang jasa kontruksi pasal 43 disebutkan jelas yang akan dikenakan sanksi jika terdapat kegagalan proyek ialah perencana, pelaksana dan pengawas pekerjaan.tegas Jatem. (Mochtar/CT)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *