Maling Spesialis Pembobol Toko Lintas Daerah Berhasil Dibekuk

 340 total views,  2 views today

SRAGEN-INDONESIA JAYA.

Polres sragen dibawah kepemimpinan baru, AKBP Yimmy Kurniawan mulai menunjukkan taringnya. Tim resmob berhasil membongkar sindikat spesialis pembobolan toko yang beraksi lintas daerah.

Sempat diwarnai tembakan, sindikat yang digawangi 4 tersangka itu berhasil dilumpuhkan. 2 diantaranya terpaksa harus ditembak lantaran berusaha kabur dan melawan saat hendak ditangkap.
Kapolres sragen, AKBP Yimmy Kurniawan mengungkapkan sindikat yang ditangkap itu beranggotakan 4 tersangka.

Mereka masing-masing Wiyono alias Mbah Yono (56) asal bulu RT 2/2, banyuputih, Batang, Kheroman alias Kero (44) warga yang sama.
Kemudian Abadi alias Badi (34) warga bener, RT 3/4, kranggan, trenggono, batang. 1 tersangka lainnya adalah Rindo (35) yang berperan sebagai penadah dan pembeli barang curian dari ke 3 tersangka.

Dua dari ke 4 nya yakni Mbah Yono dan Abadi terpaksa ditembak kakinya karena melawan. Abadi bahkan masih terbaring di RSUD sragen menjalani perawatan.
“Tersangka terpaksa ditembak karena berusaha kabur dan melawan saat ditangkap,” papar Kapolres saat memimpin konferensi pers di mapolres jumat (21/12/2018).

Kapolres menguraikan sindikat itu ditangkap saat beraksi di wilayah sragen. Mereka dibekuk di areal tol sragen saat mengendarai 2 mobil toyota innova dan panther yang dijadikan sarana untuk menjalankan aksinya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, sindikat itu beraksi lintas daerah, provinsi dan sudah berulangkali.

Mulai dari wilayah boyolali, ngawi, jogja,hingga sragen.
Di sragen, mereka bahkan sudah 5 kali beraksi membobol 5 toko di sragen kota, tangen dan sidoharjo.
Sasarannya adalah toko yang digembok. Mereka melakukan survei terlebih dahulu mencari target toko yang disasar baru beraksi. Alat yang digunakan adalah gunting baja, linggis dan juga pelat mobil palsu.

Mobilnya didapat dari menyewa,” jelas Kapolres.
Ditambahkan, para pelaku terdeteksi menyasar toko apapun mulai dari kelontong, bengkel hingga toko pertanian. Mereka menggasak barang dagangan apapun yang bisa dijual.
“Sasarannya apa aja yang ada di toko dan bisa dijual. Yang diambil rokok, kampas rem, lampu, sampai pupuk pertanian. Pokoknya apa saja yang bisa dijual dan menghasilkan uang,” (Sunar/CT).

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *