King Wan,s Angkat Bicara,Pasca Penutupan Tempat Karaoke Oleh Bupati pamekasan

 514 total views,  2 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Paska penutupan tempat hiburan karaoke kemarin selasa 01/01/2019 yang dilakukan langsung oleh Bupati pamekasan, Baddrut Tamam didampingi Wabup, Raja’e,. Pj Sekda,Mohammad Alwi,dan diikuti Kapolres pamekasan, AKBP Teguh Wibowo bersama jajarannya, Dandim 0826, Letkol Inf M Effendi dan Satpol PP,Tak hanya dari elemen pemerintahan saja, ormas Islam pun juga diikut sertakan dalam penutupan tersebut, diantaranya; PCNU, Muhammadiyah dan Laskar Pembela Islam (LPI) kabupaten pamekasan madura jawa timur.

Tempat hiburan karaoke yang ditutup langsung oleh Bupati Baddrut Tamam itu ada 5, diantaranya; hotel dan restoran Putri di jalan trunojoyo, puja sera di jalan niaga, King Sam’s di jalan pasar kolpajung, Kampung Q-ta di jalan wahid hasim dan Dapur Desa di jalan raya trasak kabupaten pamekasan,Moh.Wawan Erliyanto pemilik King Wan’s mewakili pengusaha karaoke dan tempat hiburan yang ditutup kemarin,melakukan jumpa pers dengan beberapa media,rabu (02/01/2019).

Moh.Wawan Erliyanto pemilik tempat karaoke King Wan’s menyampaikan kepada awak media,bahwa penutupan yang dilakukan Bupati pamekasan kemarin sangat tidak sesuai dengan hasil pertemuan beberapa hari yang lalu,dan penutupan itu diambilnya secara sepihak oleh Pemerintah kabupaten pamekasan.

“Saya selaku pengusaha karaoke sangat kecewa dengan penutupan tempat usaha karaoke kemarin,karena dari hasil pertemuan yang dilaksanakan tanggal 18/12/2018 kemarin,saya meminta kepada Bapak Bupati pamekasan agar penutupan itu jangan dulu dilaksanakan sebelum revisi perda yang baru itu keluar,karena yang jelas disini kabupaten pamekasan bukan negara syariat atau daerah aceh dengan otonomi khusus,”sampainya pada awak media.

Lebih lanjut Wawan (sapaan akrabnya) menuturkan,bahwa surat edaran penutupan tempat hiburan diluar atau didalam ruangan itu hanya pada malam tahun baru saja,dan semua surat ijin usaha ini jelas masih berlaku kenapa seenaknya main tutup disaat libur.

“Saya menerima surat edaran penutupan dari pemerintah kabupaten pamekasan itu mas,hanya pada malam tahun baru,jadi saya liburkan semua karyawan saya,tidak tahunya kemarin itu boro – boro ada penutupan dari Bupati disaat tempat usaha saya itu tutup kenapa begitu caranya seorang Bupati, jadi itu yang paling saya kecewakan dengan penutupan sepihak tanpa ada pemberitahuan kepada pihak pengusaha tempat hiburan dan karaoke,dimana letak kesalahan saya, ini jelas surat ijin usaha masih berlaku,”tutur Wawan kepada awak media sambil memperlihatkan surat ijin usahanya.

Wawan berharap sekali lagi agar pemerintah kabupaten pamekasan untuk memberikan kebijakan kepada pengusaha karaoke untuk membuka tempat usahanya selama perda yang baru belum keluar.

” Saya sebagai anak dari Bapak Bupati selaku orang tua di kabupaten pamekasan,meminta supaya memberikan kebijakan kepada pengusaha karaoke untuk membuka kembali selama perda yang baru itu belum keluar,karena ini sangat tidak adil bagi saya selaku pengusaha karaoke, ini merupakan sebuah kebijakan Bapak Bupati sebagai orang tua yang sangat tidak adil,terus terang saya setuju keinginan Bapak Bupati untuk menghapus kemaksiatan, tetapi tolong tegakkan dulu aturan itu,kalau dengan cara seperti ini berarti hak saya dirampas begitu saja,itu sangat merugikan kami semua sebagai pengusaha karaoke mas,”harapnya. (Mochtar/CT)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *