Pemandu Lagu Dan Pengusaha Karaoke Menolak Keras Penutupan Tempat Karaoke Yang Dilakukan Pemerintah Kabupaten Pamekasan

 770 total views,  2 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Beberapa pengusaha dan pemandu lagu mengadakan jumpa pers yang bertempat di hotel putri pamekasan madura,jawa timur,karena lantaran Kecewa terhadap aksi penutupan paksa semua tempat usaha karaoke yang dilakukan oleh Bupati pamekasan, Badrut Taman, dan wakil Bupati pamekasan, Raja’e beserta jajaran birokrasi pemda setempat, yang digelar pada selasa 01 januari 2019 lalu,turut hadir dalam jumpa pers tersebut beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ),yang digelar hari minggu jam 14.00 wib (06/01/2019).

Salah satu pemandu lagu FT ( inisial ) mengatakan dengan tegas, keterpaksaannya bekerja menjadi pemandu lagu itu karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa ia kerjakan. Profesinya menjadi pemandu lagu tempat karaoke, ia tekuni karena sebagai tulang punggung keluarga besarnya. Ia menyadari, bahwa profesi sebagai pemandu lagu memang banyak dinilai negatif oleh masyarakat,yang penting tidak menjual diri (psk).

“ kami berprofesi sebagai pamandu lagu ditempat karaoke karena dari faktor keadaan,dan ini merupakan satu-satunya sumber penghasilan kami untuk bisa mencukupi biaya hidup keluarga besar kami. Yang penting kami tidak menjual diri (PSK),sehingga rejeki yang kami dapat rejeki halal,” ungkapnya kepada awak media.

FT lebih lanjut Mangatakan pihaknya merasa tidak terima dan menolak jika pemerintah daerah setempat tetap menutup seterusnya tempat usaha karaoke di kabupaten pamekasan. Jika tidak, ia berharap agar pemerintah juga harus memikirkan nasib para pemandu lagu tempat karaoke yang bersumber penghasilan dari profesi itu.

“kami tidak terima atas kebijakan Bupati pamekasan dan menolak keras jika pemerintah daerah pamekasan menutup seterusnya tempat karaoke,yang itu merupakan Sumbar penghasilan kami,dan juga meminta pemerintah agar supaya memikirkan nasib kami,”tambahnya.

Salah satu pemilik usaha tempat karaoke Moh.Wawan Erliyanto menuturkan, menurutnya tindakan yang dilakukan oleh Bupati pamekasan itu sangat tidak bijaksana sebagai Bupati yang bertindak sebagai pemimpin pemerintah kabupaten pamekasan. sebab, atas tindakan pemerintah itu telah membuat rugi pihaknya sebagai pengusaha.

“Pasca ditutupnya tempat usaha karaoke beberapa waktu lalu oleh Pemerintah  kabupaten pamekasan bagi kami para pengusaha justru sangat merugi, sebab pemerintah telah menutup sumber penghasilan kami,dan Ini malah penutupan itu dilakukan langsung oleh Bupati pamekasan, Badrut Tamam beserta jajaran birokrasi pemerintah kabupaten setempat dengan tanpa melakukan pemberitahuan sebelumnya kepada pihak kami,” jelas Wawan (sapaan akrabnya).

Senada menurut Ketua Komonitas Monitoring dan Advokasi (KOMAD ) Seini Werwer,Dampak dari pentupan karaoke akan berimbas pada sektor usaha yg lain seperti gojek, salon kecantikan, butik, dan kos kosan dan lain lain… Di tengah minimnya lapangan perkerjaan yang ada dan di sediakan oleh pemerintah kabupaten.Karyawan akan kehilanngan pekerjaan karena di PHK sehingga angka penganguran akan lebih banyak.

” Saya melihat penutupan tempat Karaoke ini akan berimbas pada sektor yang lain,seperti gojek,salon kecantikan,butik dan kos kosan beserta yang lainnya,ditengah minimnya lapangan pekerjaan yang ada dan disediakan oleh pihak Pemerintah kabupaten pamekasan,dan akan berdampak banyaknya angka pengangguran akibat karyawan di PHK yang dilakukan pengusaha karaoke,”ungkap Werwer (sapaan akrabnya).

Seini Werwer menambahkan,menurutnya sangat khawatir dengan ditutupnya tempat karaoke malah maksiat tambah banyak

“Saya khawatir pasca penutupan tempat karaoke malah maksiat semakin banyak.. Dan menjadi wanita panggilan (PSK),karena penghasilan para pemandu lagu sudah tidak ada untuk menghidupi keluarganya,”tambahnya.

Setelah melakukan jumpa pers para pemandu lagu,pengusaha tempat karaoke dan beberapa LSM yang tergabung mengucapkan pernyataan sikap yang dipimpin Seini Werwer yaitu, “Kami dari Pengusaha karaoke,Karyawan,Pemandu lagu,Lintas LSM, Penikmat lagu,Dengan ini kami menyatakan penolakan terhadap penutupan tempat karaoke karena telah merugikan kami”yang ditutup dengan pekikan merdeka dan Takbir ALLAHU AKBAR.(Mochtar/CT)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!