Hendak Meliput Berita, Wartawan Dianiaya Ketua Pokmas Desa Plakpak

 707 total views,  2 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Salah seorang jurnalis Memo Faisol (22) saat akan meliput berita mendapatkan tindakan kekerasan di saat menjalankan tugasnya di balai desa plakpak, kecamatan pegantenan, kabupaten pamekasan, madura, jawa timur.

Pada saat itu, pria berkulit putih itu hendak peliputan berita terkait beberapa pekerjaan yang diduga bermasalah di desa plakpak, di antaranya pekerjaan rekonstruksi penahanan tebing dan ke 5 paket proyek pokmas, di antaranya: Pokmas Kencana, Mutiara, Ispalmisjah, Sehati dan An-Nur. Selasa (08/01/2019).

Sayangnya, dari ke 5 pekerjaan pokmas itu, yang diketahui hanyalah 2 pekerjaan, diantaranya pokmas kencana dan mutiara. Sementara ke 3 pokmas lainnya tidak diketahui keberadaannya.

Namun apa boleh buat, peliputan berita tersebut berujung ke pelaporan. Sebab menurutnya, saat menjalankan tugasnya, salah seorang dari salah satu pokmas yang diketahui itu menganiaya dirinya.

Akibatnya, Koordinator Jurnalis Muda Pamekasan (JMP) melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke mapolres pamekasan dengan nomor LP/10/1/2019/JATIM/RES PMK tertanggal 07 Januari 2019.

“Saya melaporkan salah seorang Ketua pokmas yang berupaya melakukan tindakan penganiayan saat hendak peliputan berita di balai desa plakpak,” kata Faisol di mapolres pamekasan.

Pemuda tampan itu menjelaskan secara detail kronologis kejadian pasca pencekikan itu. Menurutnya, kejadian itu bermula saat dirinya meminta kepada Sekretaris Desa (Sekdes), beberapa perangkat desa dan operator desa plakpak untuk memfasilitasi dirinya bertemu dengan ke 2 pokmas yang ada.

Namun, setelah salah seorang Ketua pokmas yang datang itu marah-marah dan langsung melakukan tindak kekerasan kepadanya.

“Salah seorang Ketua pokmas dari salah satu pokmas tersebut datang marah-marah dan langsung mencekik leher saya. Tak hanya itu, bahkan si Jubri sempat mau memukul saya dengan asbak kayu besar yang dipegangnya itu,” tuturnya.

Faisol menambahkan, maksud dan tujuan dirinya datang langsung ke balai desa plakpak itu dikarenakan ingin tahu langsung ke Ketua pokmas itu. Sebab, kata dia, setiap menghubungi anak Kepala Desa (Kades) plakpak seolah acuh tak acuh akan ditanya persoalan itu.

“Seolah acuh tak acuh. Kata siap mempertemukan dengan seliruh Ketua pokmas. Buktinya setiap Ahmad Fausi-red di hubungi melalui via whatsapp tak kunjung dibuka pun dibalasnya,” tambahnya.(Mochtar/CT)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *