Aksi Solidaritas Wartawan Pamekasan,Minta Polres Pamekasan Segera Tidak Tegas Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan

 285 total views,  2 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Puluhan wartawan pamekasan melakukan aksi solidaritas atas tindak kekerasan terhadap Ahmad Jalaluddin Faisol, salah 1 wartawan media online yang sedang melakukan peliputan, senin 07/01/2019 lalu. Di desa plakpak, kecamatan pagantenan, kabupaten pamekasan, madura, jawa timur. Rabu (09/01/2019).

Dalam aksi solidaritasnya Puluhan wartawan di kabupaten pamekasan membawa sejumlah poster di area monumen arek lancor, yang bertuliskan “Lawan Premanisme Terhadap Pers”, “Stop kekerasan terhadap Wartawan “, “Media Freedom is your Freedom”, “Wartawan Juga Manusia”, dan “Tolak Kekerasan Kepada Wartawan”. Mereka meminta agar aparat kepolisian segera mengusut tuntas atas dugaan tindak kekerasan terhadap wartawan.

Andy reporter beritalima saat dikonfirmasi oleh awak media menyatakan, aksi solidaritas yang dilakukan oleh rekan-rekan jurnalis pamekasan adalah sebagai bentuk keperdulian atas inseden yang menimpa rekan sesama profesi yang mengalami penganiayaan oleh salah 1 oknum.

“Kami bersama rekan-rekan jurnalis di pamekasan mengadakan aksi solidaritas keperdulian atas penganiayaan yang menimpa rekan kita wartawan memo online yang bertugas di wilayah pamekasan,”sampainya kepada awak media.

Lebih lanjut Andy menambahkan,bahwa pihaknya bersama rekan-rekan jurnalis yang ada dipamekasan juga menyatakan sikap. Untuk mengawal agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas persoalan dugaan aksi premanisme yang terjadi di pamekasan.

“Kami bersama- sama di sini menyatakan sikap, atas aksi premanisme terhadap wartawan. agar pihak kepolisian segara mengusut tuntas pelaku itu. supaya kasus seperti ini tidak terulang kembali. Stop kekerasan terhadap wartawan kami bukan preman,”tegas Andy wartawan dari berita lima.

Hal senada juga disampaikan Dedi Suprianto sekretaris Forum Wartawan Pamekasan (FWP) kepada awak media,agar tindakan premanisme terhadap wartawan pihak kepolisian segera mengusut tuntas pelakunya.

“Kami sesama wartawan sangat mengecam atas tindakan premanisme terhadap wartawan, kami juga minta kepada pihak kepolisian agar pelaku itu segera ditangkap,” kata Dedi Suprianto, Sekretaris Forum Wartawan Pamekasan.

Soal penyelesaian kekeluargaan yang nantinya pasti akan dilakukan oleh pelaku pencekikan dan perampasan itu, kata Dedi, tidak ada persoalan, dengan syarat hukum tetap terus berjalan.

“Soal penganiayaan ini yang dilihatkan bukan uang, tapi pidana murni. Jadi biarpun damai, kasusnya harus tetap berjalan sesuai prosedur,” tegas Dedi Gimbul sapaan akrabnya.(Mochtar/CT)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *