Menyebarkan Berita Bohong, Keempat Orang Ini Dijadikan Tersangka

 742 total views,  2 views today

PASURUAN-INDONESIA JAYA.

Polisi telah menangkap 4 orang penyebar berita bohong “hoax” tentang perampokan yang terjadi di kantor cabang BCA pandaan, kabupaten pasuruan.

Dimana Ke 4 orang tersangka ini membuat menyebarkan kabar yang membuat resah masyarakat.
Dari ke 4 Orang yang  ditangkap  yaitu, M Didik Supriyanto (29) warga kalianyar, bangil, pasuruan; Eko Prasetyo (29) warga pogar, bangil, pasuruan; Abdul Makruf (42) warga gununggangsir, beji dan Abdul Rosid (36) warga kamondung, omben, sampang

“Pada jam 19.00 malam Wib, Didik Supriyanto membuat penyebaran berita hoax ini melalui grup WA (whatsapp) Eko Prasetyo,” kata Kasat reskrim polres pasuruan AKP Dewa Putu Prima Yogantara Kepada awak Media Indonesia Jaya, di mapolres pasuruan, jumat 11-01-2019.

Kemudian penerima pesan WA dari Didik, Eko segera menyebarkan postingan ini ke grup di Facebook  sekitar jam 20.30 malam Wib. Karena adanya penyebaran berita hoax postingan Eko di grup facebook tersebut, masyarakat menjadi takut.

Sementara penyebaran yang ada di grup facebook ini membuat berita hoax ini dengan cepat menyebar luas hingga membuat masyarakat ketakutan jika ke bank.

“Tidak hanya disitu saja (Dari Facebook), Abdul Makruf menyebarkannya lagi berita bohong ini melalui WhatsApp ke Abdul Rosid, jam 20.32 malam Wib, lalu oleh Abdul Rosid langsung di sebarkan lagi ke facebook jam 06.00 pagi Wib. Di saat itu juga masyarakat yakin dan percaya,” terang Dewa.

Kasat reskrim mengatakan pada rabu 09-01-2019 jam 18.00 malam Wib, terjadinya keramaian di kantor cabang BCA pandaan. Kaca pintu kantor tersebut pecah dikarenakan adanya kesalahan teknis. Akan tetapi 4 orang tersangka ini langsung menginfokan bahwa telah terjadi perampokan dengan senjata api di kantor BCA yang berada jalan kartini 2, jogosari, pandaan itu, melalui grup WA serta media sosial,hingga  membuat masyarakat menjadi takut.

Karena perbuatannya ke 4 orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 28 ayat 1 UU RI/11/2008 tentang ITE, dengan ancaman 2 tahun penjara. (Irawan)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *