Gerakan Suluh Kebangsaan

 854 total views,  2 views today

SURABAYA-INDONESIA JAYA.

Gerakan suluh kebangsaan yang diketuai oleh Prof. Dr. Mahfud MD merupakan bentuk kepedulian untuk menjaga keutuhan NKRI.

Gerakan ini digelar dalam bentuk serasehan kebangsaan yang diadakan di mercure grand mirama surabaya pada hari rabu tanggal 16 Januari 2019. Dengan menghadirkan ibu Hj. Sinta Nuriyah Wahid, Prof. Dr. Mahfud MD, Prof. Dr. H Abd A’la, Prof. Dr. Syamsul Arifin, Romo Benny Susetyo Pr dan tokoh-tokoh jawa timur.

Yang dihadiri perwakilan berbagai elemen masyarakat, Tokoh Agama, Seniman, Budayawan, Akademisi dan Media.

Berawal dari gagasan Prof. Dr. Mahfud MD, Alissa Wahid, Romo Benny Susetyo dan Ajar Budi Kuncoro yang prihatin dengan maraknya potensi perpecahan dari komponen bangsa, seperti maraknya politik indentitas, sehingga orang atau kelompok orang menyerang orang / kelompok lain tapi sama-sama mengklaim sebagai penjaga indentitas primodial yang sama. Adanya juga kecenderungan kontestasi untuk mencari pemenang dan bukan mencari yang baik. Diam-diam radikalisme menumpang dan mengadu domba melalui produksi berita hoax.

Indonesia akan memasuki tahun emas pada tahun 2045 dan menjelang itu, pada tahun 2030 Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Sebanyak 52 persen penduduk di Indonesia merupakan usia produktif. Menghadapi tantangan yang makin meningkat jelang tahun emas, seluruh elemen masyarakat Indonesia perlu memupuk semangat kebangsaan serta cinta tanah air, agar mampu bergerak serentak menyatukan hati dalam 1 sinergi untuk menghasilkan karya – karya terbaik bagi bangsa Indonesia, hal inilah yang menjadi latar belakang diadakannya serasehan kebangsaan.

Ibu Hj. Sinta Nuriyah Wahid dalam kesempatan serasehan kebangsaan menyampaikan, bahwa kebangsaan sebenarnya adalah tekad, semangat dan kesadaran untuk hidup bersama. Ibarat nasionalisme Indonesia merupakan sepasang kekasih yang memiliki latar belakang berbeda, namun bertekad membuat janji setia untuk hidup bersama, bahagia bersama, saling menghormati dan mengasihi dalam sebuah keluarga dalam satu rumah Indonesia.

Seperti apa yang dipaparkan Romo Benny bahwa masyarakat harus cerdas dalam mengunduh sebuah berita, tidak asal copy paste dan langsung share ke mana-mana. Karena berita yang tidak benar / hoax kalau dilakukan terus menerus akan mempengaruhi masyarakat dan dianggap sebagai kebenaran. Bila kita tidak waras maka akan memilih pemimpin yang tidak waras, pungkas Romo Benny.
Berbicara wawasan kebangsaan memang ada kekuatiran prajurit TNI disusupi oleh kelompok radikal. Tetapi ditegaskan oleh Letkol Tedy mewakili Pangdam mengatakan, bahwa prajurit TNI bukan milik satu golongan, prajurit milik kita semua untuk bangsa dan negara Indonesia. Tujuan prajurit TNI dibentuk untuk tetap menjaga NKRI tetap utuh, tegas beliau.

Dalam serasehan tersebut peserta yang hadir diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat atau pandangannya. Serasehan kebangsaan di buka dan ditutup oleh Ketua gerakan suluh kebangsaan Prof. Dr. Mahfud MD dan diakhiri makan siang bersama. (Tiong Yang/CT)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *