OSIS Mts Dan MA Putri Nurus Salam Mengadakan Talk Show, Tema Perjalanan Spiritual Menuju Hidayah

 532 total views,  2 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

OSIS Mts dan MA Putri yang didirikan oleh yayasan Nurus Salam, bersama biro pengembangan bahasa pondok pesantren Nurus Salam Sabatambak yang berlokasi di desa palengaan laok,kecamatan palengaan,kabupaten pamekasan madura jawa timur, dengan pengasuh K.H.Abd.Quddus Yz,Ketua yayasan K.Ali Tohir Yz, dewan pengasuh K.Abd Adhim Yz,K.Ach Toyyiburrohman Yz, mengadakan acara talk show dengan tema “Perjalanan Spiritual Menuju Hidayah” dengan mendatangkan pembicara seorang ibu rumah tangga yaitu Ibu Annie Cham / Ummu Salamah(38),kamis (24/01/2019).

Para siswi MTS dan MA begitu antusias mendengarkan cerita perjalanan spiritual Annie Cham / Ummu Salamah mulai awal hidupnya dari agama kristiani sampai pindah keyakinan menjadi seorang muslimah atau menjadi seorang mualaf, Ibu Ummu Salamah kelahiran pare-pare, sulawesi selatan dan kini menetap di kabupaten pamekasan bersama suaminya yang asli dari kabupaten pamekasan.

Ibu Ummu Salamah menceritakan,bahwa dalam kehidupan yang dulu dengan kehidupan yang serba berkecukupan sangat tidak membawa kebahagiaan,berbeda dengan kehidupan sekarang yang sudah menjadi seorang muslimah,meskipun serba kekurangan hati lebih tentram dan damai.

“Saya dan ketiga anak menjadi muslim dan muslimah sejak Januari 2016,sekarang sudah mencapai 3 tahun saya menjadi seorang muslimah tanpa ada paksaan dari suami atau siapapun, ini semua dari hati saya sendiri,dari perjalanan kehidupan saya yang dulu sangat berbeda jauh dengan kehidupan sekarang yang serba kekurangan,hati saya merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya sekarang ini,sejak saya pertama kali mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid Agung Assyuhada pamekasan,meskipun hidup kami hanya berjualan kopi di pinggir jalan (trotoar),”sampainya di depan para siswi Mts dan MA Nurus salam.

Lebih lanjut Ibu Ummu manambahkan,pindah agama menjadi seorang muslim itu tidak berjalan mulus,banyak cobaan yang Allah SWT berikan,karena cobaan itu semua tidak membuat Ibu dengan 5 anak yang sekarang berprofesi sebagai seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak patah semangat untuk melewati cobaan itu.

” Saya menjadi seorang muslimah banyak ujian dan cobaan dari Allah yang diberikan kepada kami sekeluarga,mulai dari perselisihan dengan keluarga,masalah ekonomi yang serba kekurangan,sampai dengan menjalani usaha dengan berjualan di area monomen arek lancor dengan berjualan kopi dan es yang selalu dilarang berjualan ditempat tersebut,tapi Alhamdulillah itu semua bisa kami lalui,”tambahnya.

Ibu ummu berharap agar semua siswi dan para Ustad juga Ustadzah turut mendoakan agar Allah SWT memperkokoh iman dan taqwanya,juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang peduli,

“Saya sekeluarga minta doanya kepada semua umat islam khususnya Siswi Mts dan MA Nurus Salam,agar kami sekeluarga diberikan kekuatan iman dan taqwa kepada Allah swt,dan tak lupa kami sekeluarga mengucapkan. banyak terima kapada semua orang yang sudah peduli membantu kepada kami sekeluarga,” harapnya.

Dewan pengasuh sekaligus pembina OSIS, K.Ach. Toyyiburrahman YZ mengatakan, untuk menekankan kepada peserta didik melalui perjalanan spiritual seorang mualaf menemukan kebenaran yang khaffah.

“Dengan tujuan ini sebenarnya ingin menekankan kepada peserta didik yang ada di lembaga ini untuk memahami tentang kisah perjalanan spiritual oleh seorang mualaf yang menemukan kebenaran islam itu berdasarkan hati nurani”, katanya.

Pihaknya berharap dengan terselenggaranya acara tersebut peserta didik mampu meresap dan memahami arti perjalanan spiritual seorang mualaf tersebut.

“Saya sangat berharap, untuk bagaimana para peserta didik betul-betul memahami tentang kisah yang di ceritakan tentang lika liku kehidupan dan penderitaan yang di alami seorang Ibu Mualaf ini,dan sangat berharap para peserta didik kami dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka,”harapnya.

Pihaknya sangat terkesan dengan acara tersebut sehingga nantinya dapat mengadakan acara dengan skala yang lebih besar dan mengundang masyarakat sekitar untuk bersama-sama mendengarkan kisah perjalanan spiritual dari seorang mualaf tersebut.(Mochtar/CT)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *