Terjadi Lagi Perampasan Sepeda Motor Di Jalan,Dua Debt Collector Ditangkap Polisi

 688 total views,  2 views today

SURABAYA-INDONESIA JAYA.

Terjadi lagi perampasan sepeda motor oleh pelaku debt collector di jalan dan polisi tidak segan-segan menangkap yang melakukannya. Pelaku ditangkap setelah menarik motor pemilik kreditur dengan paksa di jalan.

Kedua orang pelaku ini ialah Faisol (30), warga jalan gembong gang anyar serta Halim (31), warga jalan gembong DKA, surabaya. Dua orang pelaku tersebut diamankan di jalan tambak wedi pada hari Rabu 23 januari 2019.

Kedua pelaku telah melakukan penarikan secara memaksa korban menyerahkan motornya serta STNK. Selain itu 2 orang pelakunya juga melakukan pemukulan terhadap korban. Pelaku selaku debt colector mengakui bahwa telah mendapatkan perintah dari PT AJM Motor sebab motor kreditur ini ada tunggakkan kredit yang macet.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan setelah pelaku diamankan waktu pihaknya menerima laporan pemilik kreditur yang motornya ditarik paksa dan juga memakai kekerasan.

“Korban ini memang kreditur macet, akan tetapi cara penarikannya yang tidak dibenarkan,” kata Sudamiran kepada Awak Media Indonesia Jaya di Mapolretabes surabaya, jumat 25 Januari 2019.

AKBP Sudamiran juga mengatakan bahwa aksi mereka ini dilakukan 4 orang, semuanya melakukan kekerasan terhadap pemilik motor.

“Di tempat kejadian ada 4 orang pelaku.Namun 2 orang kami tangkap dan duanya lagi masih dalam pencarian (DPO) bernama Jupri dan Masruri . Mereka melakukan penyekikan,memukul, selain itu juga menendang korban lalu mengambil paksa motor untuk ditarik,” kata Sudamiran.

Selanjutnya setelah mengamankan motor tersebut, ke 4 pelaku kemudian mengantarkan ke PT Afandi Jaya motor, sebelum disetorkan ke leasing.

“Mereka dari pihak ke 3, perusahaan penyedia jasa collector.Namun motor ini belum sempat disetor ke leasing. Ada 6 unit motor yang kami amankan,” tutur Sudamiran.

Dari masalah hal seperti ini, Sudamiran mengatakan kepada seluruh warga kota surabaya agar waspada jika ada kejadian yang sama seperti ini. Ketika ada terjadi perampasan, maka segeralah ke polsek-polsek terdekat.

“Aturan untuk fidusia sudah ada. harus dengan cara yang baik baik bukan secara kasar.Namun jika ada kejadian seperti ini, segera laporkan kepada kami. Carilah kantor polisi yang terdekat bila mengalami kekerasan yang sama dalam penarikan unit kredit,” ungkapnya.

Pengakuan salah 1 pelaku  yakni Faisol mengatakan kepada wartawan bahwa jika sekali menarik motor mereka bisa mendapatkan komisi Rp 1,5 juta. Dalam waktu sehari saja mereka bisa menarik langsung 2 unit motor milik kreditur yang macet.

“Baru kali ini saja melakukan menarik dengan kekerasan,” ungkap Faisol.

Pelaku kejahatan yang dilakukan oleh tersangka, polisi telah mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha N MAX bernopol L 3109 AM milik korban, surat tugas dan 5 unit motor lainnya.

Kedua tersangka juga dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan atau perampasan. (Sudiman)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *