Hidup Digubuk Sebatang Kara,Janda Tua Warga Desa Panglegur Tidak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

 816 total views,  2 views today

 PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Beginilah nasib seorang ibu janda tua yang hidup sebatang kara,yang tinggal di gubuk bambu namanya ibu Misna (65) warga desa panglegur dusun panden, kecamatan tlanakan kabupaten pamekasan provinsi jawa timur madura,dengan keadaannya sangat memprihatinkan.

Ia tinggal digubuk tua seolah luput dari perhatian pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten,padahal bantuan pemerintah yang di gelontorkan setiap tahun untuk kesejahteraan rakyat terus bergulir.

Berdasarkan hasil penelusuran Media Indonesia Jaya Ibu Misna yang tinggal hanya sebatang kara tersebut,yang tinggal ditempat kumuh ini mengaku,bahwa dirinya sejak tinggal sendiri sewaktu suaminya Sunarti (alm)meninggal sejak 2 tahun lalu,dirinya membenarkan kalau tidak pernah mendapatkan sentuhan bantuan sosial. Baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten pamekasan.Kamis (07/02/2019).

“Kauleh sejjegheh lakeh shobung omor du taon setapongkor,kauleh nyareh nafkah kadhibik karnah kauleh tak ghedhuen katorunan, manabi bedheh bentoan dheri disah otabeh dheri pemerenta selaen ka’ dhintoh jugeh shobung,tatanggeh selaen kengeng bentoan berres otabeh Laen epon,kauleh tak pernah meloh (saya sejak suami meninggal dua tahun yang lalu saya mencari nafkah sendiri untuk menyambung hidup,dan saya memang tidak di karuniai anak, setiap ada pemberian bantuan dari desa atau pemerintah kabupaten saya disini tidak pernah mendapatkan bantuan apapun termasuk bantuan Beras Sejahtera (Rastra)),” Katanya dengan muka sedih.

Lebih lanjut Ibu Misna menceritakan,Sudah hidup bertahun – tahun di desa panglegur ini, hanya pada waktu mantan kepala desa Sukiyanto yang mendapat bantuan,setelahnya itu tidak ada lagi bantuan.

“Bedhen kaule neng disah kak dhintoh molaen dhimin,namong bhektoh Klebun Suki se seggut Olle bentoan, saamponah kak dhintoh shobung bentoan pole,(saya tinggal di desa panglegur ini sejak dulu,hanya diwaktu mantan kepala desa Sukianto yang sering mendapatkan bantuan seperti itu sambil menunjuk teras rumahnya,setelah itu sampai sekarang sudah tidak pernah lagi saya dapat bantuan),”ceritanya.

Iapun berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan untuknya,yang hidup sebatang kara dari upah buruh tani kalau ada orang panggil,dan upah itupun tidak seberapa yang penting bisa untuk buat makan sehari – hari.

“Kauleh ngarep semogeeh pamerenta dhek bingkeng bisa ngoladih kabedhen kauleh,karnah kauleh se edheer saben arenah alakoh esabenah tatanggeh,ka’ dhintoh ombelnah namong cokob edheer (saya berharap agar ada perhatian pemerintah kedepan,karena saya hidup sehari – hari dari upah menjadi buruh tani,yang mana upahnya hanya cukup buat makan sehari),”harapnya.

Media Indonesia Jaya juga ikut berharap kepada pihak pemerintah agar memperhatikan kondisi warga desa yang betul-betul membutuhkan. Seperti halnya Ibu Misna yang tinggal di desa panglegur dusun panden, kecamatan tlanakan, iabupaten pamekasan jawa timur madura ini, agar lebih di perhatikan supaya taraf hidupunya lebih layak,dan kepada seluruh masyarakat yang peduli agar bisa memberikan uluran tangan kepada Ibu Misna tersebut agar bisa meringankan beban hidupnya saat ini.(Mochtar/CT).

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *