Tambal Sulam Program Dana Hibah Provinsi Jawa Timur Di Desa Pasangger Diduga Asal Asalan

 355 total views,  4 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Jalan merupakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh sebab itu pemerintah gencar memberikan bantuan proyek terutama untuk program pemeliharan jalan, yang dengan anggaran dana hibah provinsi jawa timur yang seharusnya di kelola langsung kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat,agar supaya masyarakat desa penerima anggaran tersebut bisa dikerjakan bersama oleh masyarakat desa penerima,dengan tujuan supaya hasil pekerjaan sangat maksimal dan juga bisa merasakan nyamannya jalan yang tidak berlobang atau rusak lagi. Rabu (13/03/2019).

Seperti yang dipantau Media Indonesia Jaya, yaitu proyek pemeliharaan tambal sulam yang berlokasi di dusun empres timur desa pasangger kecamatan pegantenan, kabupaten pamekasan, madura jawa timur,karena sepanjang proyek tersebut sama sekali tidak nampak ada papan informasi yang menginformasikan nama jenis pekerjaan dan jumlah anggaran.

Salah satu pegiat LSM Topan RI Safi’i mengatakan kepada media indonesia jaya,sangat menyayangkan pekerjaan proyek tambal sulam tersebut asal – asalan, Sehingga masyarakat dirugikan dengan adanya proyek tersebut.

“Masyarakat sekitar banyak mengeluh mas dengan pekerjaan tambal sulam tersebut,karena pekerjaannya diduga asal jadi saja,”tuturnya.

Lebih lanjut Safii mengatakan,bahwa panjang lokasi pekerjaan tambal sulam kurang lebih 1 kilo dengan tidak adanya nama kolompok masyarakatnya,dan pekerjaan tersebut di subkan kepada seseorang.

“menurut informasi yang saya peroleh dari masyarakat sekitar, kalau pekerjaan ini di subkan pada seseorang degan inisial (WF) dengan anggaran kisaran 25 persen dari jumlah anggaran yang turun dari pemerintah,dengan panjang pekerjaan 1 kilo lebih mas,”tutur Safi’i

Sementara masyarakat sekitar JSL(inisial) hanya berharap proyek ini bertahan lama dan bukan proyek bulanan yang tidak lama rusak lagi.

“Ya kalau saya sendiri bersyukur jalan ini diperbaiki dan semoga bisa bertahan lama bukan cuma 1 bulan terus hancur lagi,” harap salah satu warga tersebut.(mochtar/CT)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *