Tidak Terima Dilaporkan Melakukan Penganiayaan,Samhari Caleg Demokrat Dapil III Angkat Bicara

 299 total views,  2 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Buntut persoalan seorang caleg dari partai demokrat yang telah di laporkan ketua Panitia Pengawas Kecamatan (PANWASCAM)waru,kabupaten pamekasan,madura jawa timur,kepihak Kepolisian Sektor (POLSEK) waru,dengan tuduhan penganiayaan mendapatkan respon dari internal dengan menggelar konfrensi pres di kantor dpc demokrat jalan trunojoyo kelurahan patemon,kecamatam pamekasan,kabupaten pamekasan madura jawa timur, sabtu (06/04/2019).

Dalam konfrensi pres dihadiri dari pengurus harian dpc demokrat ketua bidang okk Bapak Fandi yang didampingi oleh caleg partai demokrat dapil III (Waru,Pasean,Batumarmar) Samhari.

Samhari dalam konfrensi presnya menceritakan, sebelum kejadian itu dirinya mendapat laporan perusakan APK dari masyarakat dan simpatisan timnya. Dirinya bergegas lokasi dan ke kantor kecamatan waru. Sayang setelah tiba di lokasi tidak satupun dijumpai petugas.

Kemudian Samhari meminta nomor Tohir selaku ketua panwascam waru kepada masyarakat yang memberitahunya. Pertama ketika ditelpon, Tohir menyampaikan salah sambung. Berjeda 5 menit, Samhari akhirnya kembali menelponnya. Namun pernyataan kedua, Tohir secara tiba-tiba mengaku ada di kantor kecamatan.

“Jadi saya hubungi Tohir setelah saya dapat nomer selulernya,Saya hubungi saya tanya ini benar dengan Tohir,jawabnya bukan salah sambung,jadi saya bilang kepada orang yang kasih nomer kalau salah nomer,dan dicek kembali nomernya benar,akhirnya saya hubungi lagi benar ini dengan Tohir,jawabnya benar jadi saya pastikan lagi dengan pertanyaan Tohir ketua Panwascam Waru,akhirnya dijawab betul,saya tanya ada dimana jawabnya di kantor kecamatan,lantas saya jawab mana saya sudah 30 menit menunggu di kecamatan,Setelah itu, Tohir memberitahu bahwa dirinya ada dipertigaan ahatan, kecamatan pasean. jadi saya mendatangi Tohir, ” cerita Samhari.

Lebih lanjut Samhari melanjutkan ceritanya,”setelah saya temui Tohir tersebut lantas saya tanya baik-baik,kamu yang sobek baliho saya dengan tegas tohir menjawab iya,jadi saya pegang krah bajunya untuk saya ajak masuk kedalam mobil supaya baliho saya dipasang kembali,akhirnya balihonya yang sudah disobek kecil – kecil disambung pakai isolasi dan dipasang kembali,habis itu sudah tidak ada permasalahan lagi,saya meninggalkan dengan bersalaman penuh persaudaraan,”lanjutnya.

Samhari menambahkankan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemukulan yang ditulis disalah satu media,dan anehnya, dari sembilan APK, hanya APK miliknya yang tersobek. Sementara APK lainnya, berdiri tegak tanpa ada lecet sedikitpun.dan APK miliknya berdiri dipastikan tidak akan melanggar hukum. APK yang melanggar hukum, seperti tempat ibadah, rumah sakit, gedung milik pemerintah, dan gedung milik lembaga pendidikan.

“Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah melakukan pemukulan terhadap Tohir,karena saya sendiri sudah berwaspada karena saya takut mau berurusan dengan hukum,saya juga tahu aturan dalam pemasangan baliho karena terus terang semua caleg partai demokrat sudah dibekali aturan dalam pelaksanaan pemilu,” tambahnya.

Ketua bidang OKK partai demokrat Fandi saat konfrensi pres juga menyampaikan,bahwa kader partai demokrat itu semuanya pilihan,dan pihak demokrat akan terus memberikan pendampingan kepada kadernya sampai tuntas.

“Saya selaku pengurus harian partai demokrat akan terus memberikan pendampingan

kepada kader kami meskipun nanti sampai kerana hukum,jadi kami masih menunggu hasil dari bawaslu,dan yang jelas menjadi caleg demokrat itu tidak mudah karena harus melawati beberapa tahapan penyaringan,jadi tidak sembarangan untuk merekrut seorang kader demokrat,”tutur Fandi saat konfrensi pres di kantor DPC Demokrat. (Mochtar/CT)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *