Parah, Asal Jadi Program Dana Hibah Amburadul, LSM Prima Menyorotinya

 751 total views,  2 views today

SUMENEP-INDONESIA JAYA.

Menyoal dana hibah tahun 2018 yang bertempat di desa rombesen kecamatan pragen kabupaten sumenep madura jawa timur,yang mana pekerjaannya amburadul atau asal jadi dan diduga tidak sesuai spek,menjadi sorotan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) prima,selain adanya dugaan tersebut, proyek Kelompok Masyarakat (Pokmas) dengan jenis pekerjaan pelengsengan tersebut juga tidak terpasang papan informasi ,selasa (09/04/2019).

Ketua LSM prima menuturkan kepada Media Indonesia Jaya (MIJ),dari hasil pantauan membenarkan pekerjaan progam dana hibah berupa pelengsengan di desa rombesen hasilnya amburadul sepertinya asal jadi.

“Hasil pantauan kami memang sangat mengecewakan karena pekerjaan dengan anggaran yang cukup besar yang dikeluarkan pemerintah provensi untuk kemajuan suatu daerah,ternyata hasilnya tidak sesuai.spek dan tatanan batunya kosong,jadi kami selaku sosial kontrol akan mengkawal dan usut tuntas permasalahan tersebut,” tutur slamet (sapaan akrabnya).

Selamet menambahkan bahwa semua jenis pekerjaan yang menggunakan anggaran APBN atau APBD harus menyertakan papan nama,dan seharusnya kepala desa juga harus ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan program pekerjaan dana hibah tersebut tidak ada papan nama dilokasi pekerjaan,jadi masyarakat tidak tau jenis pekerjaan dan sumberdananya dari mana,juga seharusnya kepala desa setempat harus mengawasi pekerjaan tersebut karena yang bekerja ini pokmas desa setempat,masak pokmas setempat yang bekerja kok hasil pekerjaannya ambu radul,jangan- jangan diduga ini disubkan pekerjaannya kepihak ketiga,ini lebih parah lagi kalau sampai begitu,” tambah selamet.

Hal pekerjaan dana hibah tersebut Selamet melanjutkan,dari hasil pantauan di lapangan maka selanjutnya akan dilanjutkan ke pelaporan ke kejari sumenep.

“Dari hasil pantauan dilapangan maka kami akan segera membuat surat pelaporan ke kejaksaan negeri sumenep,untuk selanjutnya biar di tindak sesuai demgan hukum,”tutupnya.

Sampai berita di muat belum melakukan konfirmasi ke Kepala desa.Setempat. (Mochtar/CT)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!