Menilai Pemilu Terburuk Sepanjang Sejarah Demokrasi, Masyarakat Perduli Demokrasi Ngeluruk Kantor KPUD Pamekasan

 467 total views,  2 views today

PAMEKASAN-INDONESIA JAYA.

Indoneaia di era reformasi ini menghadapi berbagai tantangan dalam berbangsa dan bernegara,hari ini kita dihadapkan pada pesta demokrasi yang terpanjang sepanjang sejarah berdirinya bangsa Indonisia ini,pemilu serentak dan waktu bersamaan serta sangat melelahkan.

Bahkan pemilu serentak ini sampai menelan korban jiwa pada para penyelenggara,ini merupakan pemilihan umum terburuk seoanjang perjalanandemokrasi bangsa ini,terutama dalam pemilihan presiden yang sangat amat buruk,berdasarkan realita dilapangan akan kejadian yang terstruktur masif dan sistimatisini

Maka itu kurang lebih lima ratus massa pendukung capres-cawapres 02, Prabowo – Sandi yang mengatasnamakan masyarakat peduli demokrasi,menggelar aksi demonstrasi dengan titik kumpul di depan masjid Almunawwarah jalan segara menuju ke kantor KPU jalan brawijaya kelurahan jungcangcang kecamatan pamekasan, kabupaten Pamekasan madura, jawa timur, jumat sekitar pukul 13.30 wib, jumat, (26/02/2019).

Korlap aksi capres 02 Heeman menyatakan, agar KPU di seluruh Indonesia tidak boleh menggelar pumungutan suara ulang (PSU). Ia pun meminta agar KPU mulai.dari tingkat kabupaten,provensi dan sampai pusat agar jujur dalam menyelenggarakannya,dan meminta agar KPU menetapkan pasangan Prabowo-Sandi menang di kabupaten pamekasan.

“Kami meminta agar KPU tidak melakukan pemilu ulang di semua tempat seluruh Indonesia, dan sebagai penyelenggara diminta jsejujur – jujurnya dalam menyelenggarakan pemilu,juga meminta segera menetapkan pasangan Prabowo – Sandi sebagai pemenang pemilu 2019,” ujar Herman.

Ketua KPU pamekasan, Moh Hamzah disaat menemui para pendemo mengatakan, pihaknya berterimaaksih atas masukan masyarakat yang ikut mengontrol KPU. Ia pun memastikan akan melaksanakan tugas negara sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami akan melaksanakan amanah ini dengan profesional dan proporsional,dan kami akan melakukan pelaksanan pemilu dengan sejujur – jujurnya, ” terang Hamzah.

Hamzah menambahkan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan keputusan tuntusan massa aksi untuk membatalkan atau mendiskualifikasi Jookowi – amin dari pemilu 2019.

“Tuntutan mendiskualifikasi pasanangan Jokowi – Amin kami dari pihak KPU Kabupaten tidak bisa memberikan keputusan tersebut,karena itu merupakan wewenag KPU Pusat tetapi aspirasi ini tetap akan kami sampaikan kepada KPU Pusat,”tambahnya.

Ketua KPUD Pamekasan berharap agar seluruh Masyarakat terus melakukan pengawasan dalam pelaksaan Pemilu mulai dari awal sampai pada pelaksanaan penghitungan.

“Kami meminta kepada seluruh Masyarakat agar ikut mengawsi dalam pelaksanaan pemilu 2019 ini sampai tuntas,agar Pamekasan menciptakan Pemilu adil dan jujur,”harap Hamzah.(Mochtar/CT)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *