Perahu Gardan Melanggar Zona. Nelayan Pesisir Meminta DKP Bertindak Tegas

 332 total views,  2 views today

Insert foto: Ratusan Para nelayan kilensari kecamatan panarukan menuntut Keadilan tentang permasalahan Perahu jenis Gardan dengan alat tangkap jaring Cantrang

Situbondo. Indonesia Jaya

Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Ratusan nelayan pesisir desa Kilensari menggelar dialog /mediasi di Tempat Pelelangan Ikan ( TPI) dimana sering beroperasinya Perahu jenis Gardan dengan alat tangkap jaring Cantrang yang kerap mencari ikan di bawah Empat mil dimana alat tangkap yang digunakannya sehingga dianggap merusak serta tidak ramah lingkungan. Rabu (19/6/2019).

Ketua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Panarukan H.Nanang mewakili para nelayan menyampaikan permasalahan antara nelayan pesisir Kilensari dan nelayan perahu Gardan, merupakan kasus lama yang sudah terjadi sejak tahun 90 an.

“Lanjut Kami mewakili nelayan pesisir Kilensari memohon ketegasan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Situbondo, agar segera menyelesai permasalahan ini, karena Gardan suda merusak ratusan Rumpun kami nelayan pesisir yang sebenarnya masih berada di Zone 1,”Tegas H.Nanang.

Dalam tuntutannya nelayan pesisir Kilensari juga meminta sangsi tegas kepada nelayan Gardan atau dengan alat tangkap Cantrang yang selama ini dianggap loyo dalam penindakan pelanggran Zone, walaupun sudah diatur dalam Undang – Undang. Permen Kelautan dan perikanan Nomor 71 tahun 2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Dimana peraturan itu dibuat untuk mewujudkan pemanfaatan sumber daya ikan yang bertanggung jawab, optimal dan berkelanjutan serta mengurangi konflik pemanfaatan sumber daya ikan berdasarkan prinsip pengelolaan sumber daya ikan.

Melalui dialog tersebut, para nelayan berharap penyelesaian nyata dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Situbondo,”Jika permasalahan ini terus tanpa penyelesaian, takut nantinya terjadi tindakan langsung dari nelayan pesisir, jika sampai terjadi tindakan anarkisme siapa yang bertanggung jawab nantinya,”ucap salah satu nelayan

Kapolsek Panarukan IPTU Supendi meminta perwakilan nelayan untuk tetap tenang dan tetap menjaga kedisiplinan masyarakat nelayan saat melaut, untuk menjaga suasana kamtibmas di desa kilensari.
“Antara nelayan pesisir dan nelayan dusun Somangkaan (Nelayan Gandan) masih satu desa, hendaknya bisa diselesaikan dengan musyawarah, kami siap memfasilitasi,”Ujar IPTU Supendi.

Kepala Dinas Dinas Kelautan dan Perikana Eko Prayudi melalui  Kabid Pemberdayaan Nelayan perikanan Kabupaten Situbondo, Roi Hidayat,S.Pi,M.Si mengatakan, akan memfasilitasi pertemuan antara nelayan pesisir Kilensari dan Nelayan dusun Somangkaan pada hari Selasa 25 juni 2019.

“Berhubung dalam pertemuan ini perwakilan Nelayan Gardan tidar, maka susah kita mengambil keputusan, untuk itu kami bersama kepolisian, dan KAMLA akan memfasilatsi pertemuan kembali pada selasa minggu depan agar bisa kita ambil keputusan secara mufakat bersama,”Tukasnya.

(A.590)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *