Pemkot Blitar Gelar Kenduri massal dalam Haul Bung Karno Ke 49

 662 total views,  4 views today

Insert foto: Pemkot Blitar gelar kenduri massal dalam Haul Bung Karno ke 49

Blitar,Indonesia Jaya
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar kenduri 1.000 tumpeng yang digelar di City Walk komplek makam Bung Karno pada, untuk memperingati Haul Bung Karno ke-49 di tahun 2019 pada Kamis 20/6/19.

Kenduri massal ini gelar sepanjang 3 Km mulai pelataran komplek makam Bung Karno jalan Ir Sukarno hingga Jalan Jendral Sudirman mengarah ke Jalan Sultan Agung sampai di pelataran Istana Gebang, Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Sepanjang jalan tersebut berdiri ratusan tenda di penuhi dengan tumpeng berjajar di setiap tendanya.
Kenduri 1.000 tumpeng melibatkan berbagai pihak mulai dari instansi pemerintah, swasta dan masyarakat umum dan yang menarik mereka mengenakan seragam ala Bung Karno.

Foto: Penyerahan tumpeng

Pada Haul Bung Karno hadir pula dari keluarga Bung Karno yang diwakili oleh Sukmawati. Tepat Pukul 18.00 WIB, acara selamatan kenduri 1.000 Tumpeng dimulai dan dibuka langsung oleh Plt Walikota Blitar, Drs. H. Santosa Mpd. Dimulai dengan bacaan Surah Yasin yang di teruskan bacaan tahlil, diikuti ribuan peserta kenduri nampak khimad mengikuti prosesi haul.

Plt. Walikota Blitar, Santoso menyampaikan bahwa peringatan haul Bung Karno, selain mendoakan arwah Bung Karno, perlu dijadikan momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat kebangsaan dan nasionalisme. Bangsa Indonesia saat ini butuh persatuan. Ketika ada panggilan hati untuk kepentingan bangsa dan negara, maka semua kepentinga pribadi atau golongan harus ditanggalkan.

“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus kita junjung tinggi, berbeda-beda tetapi satu tujuan. Kita kembangkan kembali spirit Bhinneka Tunggal Ika, keragaman yang terbentang sepanjang garis khatulistiwa, tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci,” kata Santoso dalam sambutannya, Kamis 20/06/19

Santoso menambahkan dengan menyelenggarakan kegiatan seperti ini berarti kita memberikan penghargaan dan penghormatan dan apresiasi yang tinggi kepada bangsa, dengan berpartisipasi, dan berkontribusi pada kegiatan-kegiatan berarti kita juga bisa melaksanakan pesan Bung Karno, yakni “Jangan sekali- kali melupakan sejarah”.
Mengakhiri sambutannya, Santoso menyampaikan, melalui momentum ini kita bisa mengekspresikan kecintaan kita dan rasa hormat kepada Bung Karno. Melepaskan rasa rindu sejenak kepada bapak bangsa.

“Masyarakat rindu akan pemimpin yang tegas, cerdas, dan merakyat, kita yakin bahwa Bung Karno milik semua golongan, milik semua rakyat Indonesia,” pungkasnya mengakhiri sambutan.(adv/humas/edy)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *