Kesepakatan Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida

 352 total views,  2 views today

Insert foto: Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban Murtadji, SPi, MM menggelar acara Penandatanganan MoU Pilot project antara Kelompok tani Kec. Jatirogo, Tuban dengan Direktorat Perbenihan serta MoU Kelompoktani Kec. Jatirogo, Tuban dengan PT. Twinn.

Tuban, Indonesia Jaya

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, menindaklanjuti Permentan No. 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani. Melalui Pilot project Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida (Penangkaran Benih) Berbasis Korporasi Petani Tahun 2019.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Murtadji, SPi, MM menggelar acara Penandatanganan MoU Pilot project antara Kelompok tani Kec. Jatirogo, Tuban dengan Direktorat Perbenihan serta MoU Kelompoktani Kec. Jatirogo, Tuban dengan PT. Twinn untuk komitmen pembelian calon benih jagung hibrida sesuai standar mutu yang bertempat di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Acara ini, ujar Kadis dihadiri oleh Direktur Perbenihan, Dr. Ir. M. Takdir Mulyadi, MM dan disaksikan secara langsung oleh pihak jajaran Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros Dr. M. Azrai, MP, SP, PT. Twinn Rukimin, SP sebagai peng-Opkup Calon Benih, beserta Pengawas Benih Tanaman (PBT) dan Petugas POPT Wilayah Kab. Tuban serta kelompok tani penerima bantuan.
“Hal ini mengamanatkan agar percepatan pengembangan kawasan dilakukan melalui kegiatan percontohan,” ungkap Murtadi.

Selanjutnya diakhir penjelasan Murtadi menyampaikan bahwa, Tahap pertama dilakukan percepatan tanam penangkaran benih jagung hibrida seluas 90 ha di Kec. Jatirogo dan secara bertahap seluas 500 ha di Kab. Tuban dengan varietas Litbang Nasa 29 dan JH 27.

“Kebutuhan benih jagung hibrida di Kab Tuban sangat besar dan berpeluang potensinya untuk berkontribusi memenuhi industri pakan ternak di Provinsi Jawa Timur. Sedangkan pada 2019 ini, untuk memenuhi areal produktif jagung seluas 119.000 ha, maka diperlukan kebutuhan benih sebanyak lebih dari 1.785 ton,” tambahnya.

Direktur Perbenihan, Dr. Ir. M. Takdir Mulyadi, MM dari Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa “Kegiatan percontohan ini dimaksudkan untuk merangsang kelembagaan ekonomi petani agar bisa mengelola bisnis usaha tani penangkaran benih jagung hibrida secara mandiri dan dapat meningkatkan produksi benih nasional secara berkelanjutan,” ujarnya. (Doni)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *