Masyarakat Sidorejo Rayakan Tradisi Sedekah Bumi Dengan Tumpengan.

 856 total views,  2 views today

Insert foto: Doa Syukuran Bersama Wujud Bentuk Atas Kesuburan Bumi.

Rembang, Indonesia Jaya

Tradisi sedekah bumi ini, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun dari nenek moyang orang jawa terdahulu yang bertujuan untuk mensyukuri hasil bumi. Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sidorejo kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang, jum’at (5/7/19)

Masyarakat berbondong bondong menuju tempat sedekah bumi atau biasanya yang dusebut dengan seloan, yaitu di sendang lengkong dan sendang tondo dengan membawa tumpeng. Tumpeng-tumpeng atau ambengan ini selanjutnya dikumpulkan untuk didoakan tokoh agama setempat bersama warga yang merayakan lalu dikembalikan ke warga yang hadir diacara tersebut untuk dimakan bersama sama dengan cara tukar menukar tumpeng sebagai wujud keharmonisan masyarakat

Foto: Makan Tumpeng Usai Doa Bersama

Kepala Desa Sidorejo Songep mengungkapkan,” bahwa tradisi sedekah bumi ini tidak hanya sebagai rutinitas atau ritual tahunan belaka. Tetapi untuk menjaga budaya dan kearifan lokal yaitu mensyukuri hasil segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT melalui kesuburan tanah Sidirejo yang dijadikan sebagai masyarakat untuk bercocok tanam.” Ungkapnya

Ditambahkan lagi,“ Kegiatan ini menjadi salah satu tradisi masyarakat yang hingga saat ini masih tetap dilaksanakan dan seperti sudah mendarah daging. Selain menjadi rutinitas masyarakat setiap tahun, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah-tengah masyarakat,” Imbuhnya.

Masyarakat berharap dengan diadakannya sedekah bumi ini melalui doa yang dibacakan oleh tokoh agama secara islami, sulaya petani akan diberi kemudahan menanam padi hingga hasilnya lebih baik dari sebelumnya. Dengan hasil panen yang baik, maka petani akan semakin sejahtera dan mampu memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. (Mul)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!