Pemprov Jatim Akan Bangun Kawasan Ekonomi Khusus Garam di Madura

 331 total views,  2 views today

 

Insert foto: Slamet Budiono Kabid kelautan pesisir dan pengawasan kelautan dan perikanan jatim

Surabaya, Indonesia jaya

Kebutuhan nasional terhadap
garam bagi industri maupun rumah tangga cukup besar. Melampui dari produksinya, sehingga masih bergantung impor. Untuk menutupinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Garam di Pamekasan, Madura.
Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jatim, Slamet Budiyono menjelaskan, KEK Garam yang dibangun serupa dengan minopolitan. Yakni, konsepsi pembangunan berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan.

“Bu Gubernur mendorong agar kabupaten-kabupaten yang mempunyai potensi garam itu dibuat minapolitan. KEK Garam, Kawasan Ekonomi Khusus Garam. Agar tata niaga dan pengelolahan garam berjalan maksimal,” ucap Slamet Budiyono di kantornya, Senin 8/7/19.

Nantinya, kawasan ini dijelaskan Slamet, akan dibangun berbagai infrastruktur yang saling terintegrasi dengan fasilitas umum lain seperti sekolah, gudang dan tempat ibadah.

Kendati demikian, proyek yang ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2020 mendatang ini masih sebatas kajian. Yang pembahasannya, mulai dilakukan pada bulan Juli tahun ini. Dengan melibatkan tiga kabupaten potensial, yakni Pamekasan, Tuban dan Pasuruan.

“Nanti akan dikumpulkan tiga kabupaten, tanggal 11juli 2019 untuk membahas ini,” lanjutnya.
Mengenai anggaran pembangunan terhadap proyek yang disebut-sebut pertama di Indonesia tersebut, Slamet belum bisa menyampaikan secara rinci. Namun, ia memastikan bahwa anggaran yang dipakai berasal dari APBD kabupaten setempat. Sedangkan pihaknya, akan mendukung dari segi bantuan modal, SDM serta kebutuhan para petambak garam.
“Misal nanti kita beri bantuan geo membran, jika ada yang membutuhkan. Seperti itu,” tutupnya.(to2/H)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *