12 Pasutri Saling “Jegal”

 581 total views,  2 views today

Insert foto: Ilustrasi 12 pasutri

Tuban, Indonesia Jaya
Antara Dua rival anti mainstream yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) di Desa Sawahan Kecamatan Rengel itu maju bareng sebagai kandidat.

Lantaran sampai batas akhir yang ditentukan tidak ada warga yang maju sehingga panitia tidak membuka pendaftaran lagi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana (PMD dan KB) Pemkab Tuban Mahmudi menegaskan tidak ada yang salah meski pilkades hanya diikuti sepasang calon kepala desa (cakades) berstatus pasutri. Dia menyebut, fenomena ini sudah memenuhi syarat yang mengamanatkan bahwa pilkades hanya bisa digelar setelah sedikitnya ada dua cakades sebagai kontestan hajatan enam tahunan ini.

Pantauan di lapangan awak media Indonesia Jaya sepekan terakhir, selain pasangan Narto dan Chotim dari Desa Sawahan, ada tiga pasutri yang akan saling berebut dalam coblosan pilkades serentak 10 Juli mendatang juga ada tiga pasangan serupa di Kecamatan Rengel yakni Desa Sumberejo. Incumbent Suhadi menutup peluang pessaing lainnya setelah “mengunci” istrinya Nurlina maju sebagai kandidat Kepala Desa Sumberrejo. Desa Pekuwon dan Desa Kanorejo juga maju dengan masing-masing wanita berstatus istri sah.

Dari kawasan sebelah yang menjadi akhir Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Camat Soko Suwito mengatakan dalam pilkades serentak kali ini ada tiga desa yang kandidatnya berstatus suami istri. Di Desa Kendalrejo petahana M Syihabuddin dan istrinya Siti Nur Fadhilah yang berakar pendidik maju tanpa rival. Kondisi sama muncul di Desa Nguruan dan Desa Wadung.

Sementara Desa Grabagan dan Desa Ngandong, dua wilayah di gugusan punggung bukit kapur di Kecamatan Grabagan, hanya muncul dua kandidat juga berstatus pasutri hasil perkawinan legal.

Kemudian bertetangga Kabupaten Lamongan, Camat Widang Sartono menyebut Desa Widang dan Desa Kujung juga hanya diikuti dua kontestan dalam pilkades yang digelar serentak bersama 273 desa dari 328 desa di Kabupaten Tuban. “Dua-duanya (Desa Widang dan Kujung) cakadesnya juga sama-sama berstatus pasangan suami istri,” kata dia saat dikonfirmasi media Indonesia Jaya, beberapa waktu lalu.

Sedangkan di Kecamatan Jenu, Desa Rawasan menjadi satu-satunya yang mengusung kandidat berstatus pasutri yakni petahana Hendro Hermawan dengan nomor urut 1 akan berhadap-hadapan dengan Masrabatul Jannah nomor urut 2.

Sekadar tahu, fenomena majunya pasutri dalam pilkades di Kabupaten Tuban bukan kali ini saja. Dalam hajatan akbar sama 8 Desember 2016 lalu setidaknya ada tujuh pasutri yang maju sehingga hanya ada dua kandidat. Fenomena ini tersebar di Kecamatan Bancar, Singgahan, Parengan dan Kecamatan Merakurak.

Rinciannya di Kecamatan Bancar ada di Desa Boncong dan Sukoharjo. Kecamatan Parengan ada di Desa Margosari, Kecamatan Singgahan ada di Desa Lajulor, Punggulrejo, dan Tanggir, serta Kecamatan Merakurak ada di Desa Kapu.(Doni/Teguh)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *