Diduga Dapat Bekingan Oknum Perangkat Penambangan Ilegal di Area Tambang CV Adhidjojo Dihentikan Paksa

 579 total views,  2 views today

Insert foto: Penambang liar dikawasan CV. Adhidjoyo

Kediri,Indonesia Jaya
CV. Adhidjojo pemilik izin resmi penambangan merasa dirugikan akibat penambangan liar yang dilakukan Oleh BS. Akibatnya pihak CV. Adhidjojo merugi hingga puluhan juta rupiah, akhirnya pada Jumat 12/7/2019 pihak CV Adhidjojo mengusir paksa bego yg beroperasi secara ilegal di wilayah tambang CV Adhidjojo.

Diketahui aktivitas penambangan liar dikawasan CV. Adhidjojo, yang dilakukan BS yang diduga dibekingi oleh oknum Kasun Desa setempat.

Moh Khabibi pemilik izin tambang CV. Adhidjojo melalui kuasa Hukumnya Imam Mohklas, kejadian berawal saat pertama kali BS mau menggali dilahan milik CV. Adhidjojo.

Saat itu direksi tidak memperbolehkan menggali dan menanyakan siapa yang akan bertanggungjawab.

“Kemudian BS membuat Surat penyataan berisi siap bertanggungjawab penuh, terhadap aktivitas penambangan liar yang dioperasikannya, “jelasnya.

Menurut Iman Mohklas, Sesuai surat pernyataan yang dibuat BS sebagai pelaku penambangan liar dilahan milik CV. Adhidjojo sudah melakukan penggalian mulai tanggal 8 Juli 2019 dengan membawa 2 bego untuk menggali dilahan milik CV. Adhidjojo secara ilegal.

Imam Mohklas DKK, sudah beberapa kali memberikan peringatan terhadap aktivitas liar tersebut namun tidak digubris.

“Sebetulnya permasalahan ini sudah dilaporkan kepada pihak berwajib namum masih belum mendapatkan respon sesuai yang diharapkan. Sehingga pihak CV. Adhidjojo melakukan tindakan pengusiran terhadap eskavator yang beroperasi secara ilegal didalam tambang, “jelas Iman Mohklas.

Foto: penambang yang dibekingi oknum

Iman Mohklas juga mengatakan, sesuai dengan keputusan Gubenur nomor P2T/61/15.02/VII/2017, tentang usaha pertambangan (IUP) operasi produksi milik CV. Adhidjojo, dimana wilayah usaha pertambangan ini milik kami ada dugaan keras melakukan penambangan ilegal. Dimana pihak yang melakukan penambangan secara ilegal berinisial BS, dan kami sudah melakukan peringatan agar usaha penambangan itu dihentikan.

“Namun disayangkan, ada dugaan keras oknum perangkat diDesa tersebut membekingi usaha penambangan ilegal dengan mengijinkan masuk di wilayah tambang milik CV Adhidjojo “ucap Imam Mohklas.

Ia juga menambahkan, Kami juga meminta untuk dua alat eskafator keluar dari wilayah tambang dan kami tidak menghendaki bagi pihak pihak yang tidak memiliki ijin melakukan penambangan diwilayah milik CV. Adhidjojo.

“Kedua belah pihak tadi juga dilakukan mediasi di Polres Kediri, akan tetapi dari hasil mediasi belum mendapatkan hasil, dan titik temu “ungkap Imam Mohklas

Karena merasa aksi penyerobotan ini dikhawatirkan terus berkelanjutan dan mengganggu aktivitas penambangan CV. Adhidjojo akan melakukan laporan ke POLDA Jatim dalam waktu dekat ini. (ko)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *