Aksi Solidaritas Aktifis GP Anshor dan Fatayat NU Terkait Kasus Pembunuhan Anggota Fatayat NU.

 605 total views,  2 views today

Insert foto: Sebelum unjuk rasa, menyanyikan lagu Indonesia Raya

Kediri,Indonesia Jaya
Ratusan aktifis GP Anshor dan Fatayat NU yang terdiri dari Badan Otonom (Banom) pengurus cabang NU Kediri, mulai dari GP Anshor, Banser, IPPNU, IPNU dan Fatayat yang tergabung dalam solidaritas Binti Nafi’ah melakukan aksi didepan Mapolres Kediri. Mereka menuntut supaya dilakukan rekontruksi ulang atas kejadian pembunuhan yang menimpa Binti Nafi’ah, Desa Canggu Kecamatan Badas Kab Kediri.

Mereka mendesak Polres Kediri untuk melakukan rekonstruksi ulang di TKP terkait dengan kasus pembunuhan rekannya. Hal tersebut dilakukan supaya kasus bisa terang dan secara pasti pelaku pembunuhan. Selain itu agar pihak kepolisian terhindar korban salah tangkap, “ucap salah satu aksi yang dilakukan didepan Mapolres Kediri, Jumat (19/7/2019) pagi.

Taufik Dwi Kusuma LBH GP Anshor yang mendampingi aksi demo saat dikonfirmasi menjelaskan, kasusnya pembunuhan saudara kami yang menimpa Binti Nafi’ah pernah disampaikan masih tahap satu. “Artinya kan belum diterima sepenuhnya, “jelasnya.
Menurut Taufik Dwi Kusuma yang mendampingi aktifis GP Anshor, dengan adanya hal tersebut mengganggap bahwa Kepolisian akhirnya menimbulkan kegaduhan. Karena LBH meminta untuk dilakukan rekontruksi ulang.

“Mari kita buka secara terang benderang, siapa pelaku yang sebenarnya, kalau penyidik menyakini bahwa itu pelakunya mengapa tidak dilakukan rekonstruksi di TKP, hal inilah yang membuat tanda tanya, “kata Taufik Dwi Kusuma.

Foto: Taufik Dwi Kusuma mendampingi aksi demo

Masih kata Taufik Dwi Kusuma, kami juga akan mengadukan permasalahan ini ke Bupati untuk meminta memback Up kasunya ini secara terang terangan. Dan kami meminta dari Kejaksaan Negeri Kab. Kediri untuk menolak berkas yang dilimpahkan dari penyidik.

Ketua LBH Imam Muklas, juga menambahkan, bagi kami secara Yuridis dari keterangan Kapolsek sudah melimpahkan berkas ke Kejaksaan Negeri Kab. Kediri itu tahap pertama. Artinya secara materiil akan diuji kasusnya, apakah nantinya berkas itu lengkap atau tidak. Dengan rekonstruksi itu malah menjadi jelas, sehingga membuat terang perkara sehingga bisa menjadi mudah mengungkap kasusnya.

“Karena dengan rekontruksi ulang bukan menghambat bahkan menjadi mudah, karena dari rekontruksi akan mengungkap fakta fakta bagaimana pelaku melakukan pembunuhan, “ujarnya. Aksi solidaritas aktifis Fatayat NU, selain didepan Mapolres Kediri juga dilanjutkan ke Kejaksaan Negeri Kab Kediri.

Para aktifis peduli solidaritas Binti Nafi’ah di Kejaksaan Negeri Kab kediri ditemui oleh Kasi Pidum, Juni Priyono diaula atas Kantor Kejaksaan Negeri Kab Kediri.
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kab Kediri Juni Priyono menyampaikan bahwa, untuk kasus yang ada di Desa Canggu sudah dilakukan pengiriman tanggal (18/7) kemarin, dan kasusnya masih dalam proses penelitian. Sedangkan untuk kasus yang ada di Desa Tretek sudah P21.(Tim)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *