ALA PREMAN, DEBT COLLECTOR MAIN RAMPAS

 684 total views,  2 views today

Insert foto: Faisal bersama kuasa hukum dari Amar Law

Surabaya,Indonesia Jaya

(18/7/2019)
Achmad Faisal ( 25 ) KMP Langkap Barat RT. 001 RW. 005 Desa Langkap, Kec. Burneh Bangkalan Madura. Yang Berada diKost Jln. Petemon 3 Surabaya, menjadi korban premanisme tiga orang DEBT COLLECTOR mengaku dari PT. Clipan Finance Indonesia,Tbk. Ruko Juanda Business Centre Blok A -3, Jalan Raya Juanda. Membawa paksa mobil honda jazz tahun 2009 nopol L 1037 PV.

” mereka datang pertama mengajak baik baik dan sempat ada negoisasi antara Faisal dan DEBT COLLECTOR atas tunggakan selama 5 kali pembayaran dengan dibayar 3 kali pembayaran namun pihak PT. Clipan Finance menolak. Mengharuskan bayar semua tunggakan selama 5 kali pembayaran dengan total 80 Jt jika ingin BPKB keluar, kalau enggak maka DEBT COLLECTOR akan membawa paksa mobil tersebut, namun negoisasi itu berjalan alot hingga tiba-tiba salah satu debt collector dari ketiga orang tersebut memaksa dengan kekerasan akan membawa paksa mobil itu bahkan mengancam serta memanggil mobil derek dan memanggil tukang kunci untuk membongkar kunci mobil jazz tersebut sampai 2 kali Hanya untuk membobol mobil tersebut” ujar Achmad Faisal

Foto: Kuasa hukum faisal siap membawa ke jalur hukum

Perbuatan tersebut melanggar pasal 170 KUHP yang berbunyi : Barang siapa yang dimuka umum bersama – sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam hukum penjara selama – lamanya lima tahun enam bulan. Dan pasal 368 KUHP yang berbunyi : Barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, memaksa orang dengan kekerasan atau ancaman kekerasaan, supaya orang itu memberikan barang, yang sama sekali atau sebagaiannya termasuk kepunyaan orang itu sendiri kepunyaan orang lain membuat utang atau menghapuskan piutang, dihukum karena memeras, diancam penjara selama – lamanya sembilan tahun.

Karena merasa dirugikan, Faisal menempuh jalur hukum menunjuk Nur Huda dari Kantor Advokat dan konsultan hukum ” AMAR LAW ” Abdul malik Aziz & Rekan. Jl. Lumba – Lumba I no.10 Surabaya. ” Tindakan menggandakan kunci tanpa izin pemilik sudah tindakan pidana, sebagai mana diatur dalam pasal 170 KUHP” jelas Nur Huda.
Ini sudah tindakan pidana, dimana klien kami juga diancam sebagai mana diatur dalam pasal 368 KUHP. Dan kami akan membawanya ke jalur hukum ” tutupnya ( Red )

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!