Bantuan Untuk Sekolah Swasta, Pemprov Jatim Ingatkan Kasek Tak Boleh Selewengkan Dana

 746 total views,  2 views today

Insert foto: Sekda Provinsi Jatim Heru Tjahyono

Surabaya,Indonesia Jaya
Salah satu prioritas pembangunan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, sebagaimana tertuang dalam Nawa Bhakti Satya, adalah Jatim Cerdas dan Sehat. Untuk itu, Pemprov Jatim terus berkomitmen memberikan pendidikan gratis berkualitas. Salah satunya melalui program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP).
Hal tersebut disampaikan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono saat membuka sosialisasi program prioritas pendidikan Jawa Timur tahun 2019 pelaksanaan BPOPP di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya (18/7/19).

Heru menjelaskan, BPOPP adalah penyediaan pendanaan biaya penunjang operasional personalia dan non-personalia bagi SMA dan SMK negeri dan swasta yang bersumber dari APBD Provinsi Jatim. “Program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya operasional sekolah
bagi peserta didik di sekolah negeri dan swasta sekaligus dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah,” katanya.

Menurut Heru, kepastian besarnya alokasi anggaran yang akan diterima sekolah akan diverifikasi oleh cabang dinas pendidikan wilayah masing-masing dengan memperhatikan data dari aplikasi data pokok pendidikan atau dapodik. Untuk itu, ia meminta sekolah segera melakukan update data siswa setelah pelaksanaan
penerimaan peserta didik baru. Sebab, data tersebut dipakai sebagai penentuan jumlah
anggaran yang akan diterima sekolah.
Setelah mengetahui alokasi anggaran yang akan diterima, Heru meminta sekolah
segera menyusun rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) sesuai dengan
jumlah anggaran yang diterima.
“Saya berpesan masalah administrasi ini betul-betul diperhatikan. Anggaran yang akan diterima juga harus diprioritaskan untuk proses pembelajaran di sekolah. Jangan sampai anggaran dimanfaatkan untuk kegiatan yang lain yang bukan menjadi prioritas sekolah seperti studi banding dan karya wisata,” tegas sekda prov.

Heru menambahkan, selain program pendidikan gratis berkualitas, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan juga memberikan seragam sekolah untuk siswa baru sebanyak dua setel. Tidak hanya itu. Sebagai upaya memberikan pengasuhan kepada anak-anak petani, nelayan, yatim piatu, dan anak-anak yang ditinggal orang tua kerja di luar negeri, Pemprov Jatim membuat program ke pengasuhan siswa berbasis pesantren yang bekerja sama dengan pondok pesantren. Hal ini dimaksudkan agar siswa berlanjut di asrama sepulang sekolah dengan pengasuhan berbasis pesantren.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Hudiyono menjelaskan, program BPOPP ini akan dimulai Agustus ini. Syarat untuk pencairan dana tersebut memang cukup banyak. Untuk itu, ia meminta sekolah dapat segera melengkapi persyaratan tersebut. “Program ini menjadi komitmen dari Pemprov Jatim untuk mengurangi beban masyarakat dalam hal biaya pendidikan,” pungkas nya.(to2/Ha)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *