PULUHAN RIBU WARGA PAMOTAN TUMPAH RUAH SAKSIKAN KIRAB BUDAYA

 1,817 total views,  2 views today

Insert foto: Warga mengarak tumpeng hasil bumi pamotan

REMBANG, Indonesia Jaya

Ribuan warga sangat antusias dalam mengarak tumpeng dari hasil bumi lokal Desa Pamotan dalam acara puncak sedekah bumi Desa Pamotan diramaikan oleh kirab budaya dari Perwakilan sebanyak 13 RW di Desa setempat dengan menampilkan berbagai kreasi seni budaya, acara ini diadakan pada hari minggu (21/9)

Foto: Bupati rembang Abdul Khafid berbaur di tengah2 pengunjung

Terpantau dalam acara kirab budaya ini puluan ribu masyarakat memadati area kirab budaya yakni mulai dari lapangan palapa menuju ke arah Balai Desa Pamotan menyusuri sepanjang jalan utama Pamotan sehingga arah kendaraan yang menuju Lasem, Rembang maupun jalur sebaliknya yang menuju Jatirogo, Bojonegoro, diarahkan ke jalur pantura yaitu melewati Pandangan, Sedan. Kirab budaya ini juga dihadiri oleh Bupati Rembang Abdul Khafidz.

Foto: Warga dukuh sridadadi sangat antusias dalam mengikuti kirab budaya

Moh. Abduh Nur Firdaus, yang merupakan salah satu panitia dan ketua karang taruna Desa Pamotan menjelaskan,” Kegiatan diselenggarakan oleh karang taruna Pamotan Tunas 13, Dengan tujuan membangun kerukunan setelah adanya Pileg 2019 Semoga Pamotan guyub rukun, kirab budaya ini juga bertujuan agar menambah kecintaan terhadap seni budaya,” Harapan ketua panitia ini event tahunan dan kami berharap bisa lebih mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten, sehingga bisa menjadi detinasi wisata tahunan, peserta kirab budaya di ikuti 11 peserta, mewakili 13 RW. peserta secara gotong royong dan urunan dalam mempersiapkan acara ini dan Mendapatkan Anggaran kirab dari Desa masing masing RW mendapatkan dana Stimulan Rp.1.550.000 diperkirakan tiap RW menelan biaya 11 juta bahkan lebih.” jelasnya.

“Abduh menambahkan Kegiatan kirab budaya ini sangat bagus, diharapkan akan ada kelanjutannya kemudian dapat menjadi pemicu bagi masing-masing kampung yang ada di Desa Pamotan untuk menggali ke-kreatifitasan, sehingga menghasilkan bentuk kesenian baru maupun cukup dengan melestarikan kesenian yang sudah ada di Kabupaten Rembang.” Imbuhnya. (mul/ikhsan)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *