Kunjungan Kementrian Koordinator bidang Kemaritiman Dalam Rangka Pengembangan Komoditas pergaraman

 828 total views,  4 views today

 

Caption: Kunjungan Mentri disambut Plt. Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi

Cirebon, Indonesia Jaya
Petani garam selalu bergantung pada musim. Saat musim hujan atau kemarau basah, bisa dipastikan hasil garam akan menurun. Sedangkan dengan inovasi rumah garam prisma, petani garam tak lagi harus bergantung pada musim. Petani garam bisa panen garam setiap hari tanpa harus menunggu musim berpihak pada petani. Begitu juga yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kab. Cirebon, dalam kunjungan kementrian kelautan beserta rombongan, dalam rangka meninjau langsung ke lokasi dan di sana hadir juga Plt. Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi. senin (5/8/19)di Desa Bungko lor Kecamatan kapetakan Kab.Cirebon.

Menurut Ir. Agung Uswandono M,A, mengatakan ke media” jadi dengan teknologi prisma nanti masyarakat akan kita ajak melakukan bersama sama jadi kita perbaiki suplai air tuanya kita perbaiki ulir airnya kita perbaiki cara pemanenan nya seperti yang kita lihat ini, panen sepanjang tahun jadi dia tidak baru kena hujan atau tidak air hujan dan air lautnya bisa dipisah. kemudian produk produk selain garamnya lagi itu harganya jauh lebih tinggi, kami tadi ajak para Pemda untuk nanti bisa membuat BUMD yang mengembangkan ada garam untuk suvenir, ada garam untuk kesehatankita. indonesia membutuhkan garam untuk industri sekitar 4,4 juta produksi dan kita baru 2,2 juta baru separuhnya ya untuk industri kita harus tau bahwa garam ini adalah bahan baku untuk sekitar 400 industri jadi hampir semua macam industri itu membutuhkan bahan baku garam untuk itulah garam ini harus kita angkat sebagai icon baru di dalam negara kita kan negara kepulauan.

Foto: Salah satu produk garam S.A.H ( Sehat Aman Halal )

Ditanya mengenai teknologi apa Agung menanbahkan” teknologi prisma namanya tentunya seperti prisma, seperti anda lihat bahannya kan sederhana sebetulnya kan relatif tidak terlalu mengeluar biaya tinggi, tapi yang penting adalah lahannya kalau lainnya cuma setengah hektar satu hektar untuk lahan lahan biasanya para petambak garam, kita buat teknologi seperti ini solusinya ya para petani garam harus mbuat kelompok koperasi. nanti kerjasama dengan investor, kerja sama dengan pemda, sebagai kemitraan jadi mereka nanti seperti pemegang sahamnya, garam itu sendiri terbesar dari mana sekarang ada dari pantura ada dari madura ada dari timur ntt dan itu pasokan garam yang sekarang ada sebagian dari aceh tapi tidak besar. akan kita kembangkan. kita juga akan mengadakan pendekatan terhadap masyarakat dan kita mengenalkannya, juga kita akan undang para teman-teman dari madura akan kita kenalkan bahwa” ini loh kalau menggarap garam itu kita tidak hanya menggarap garam tujuh hari sudah panen hasilnya itu itu saja” banyak hal yang bisa kita capai untuk Menjadikan Bangsa Indonesia yang mandiri” pungkasnya (Suyatno)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!