TREN BATU AKIK KIAN MENURUN Di PASAR KAYUN

 2,794 total views,  2 views today

Caption: Salah satu penjual batu akik

surabaya,Indonesia Jaya
Pasar Kayun merupakan salah satu pusat penjualan batu permata dan batu akik. Beragam jenisnya dijual di pasar yang terletak di surabaya ini seperti bacan, bulu macan, Sungai Dare, hingga rubi, jambrud, bahkan berlian. Kala itu, gemerlap batu akik sangat menggoda. Peminatnya pun tidak melulu laki-laki saja, banyak wanita yang juga menyukainya. Namun, saat ini pamor batu akik sudah meredup. Seiring perkembangan zaman, batu akik mulai ditinggalkan. Padahal pada 2014 hingga 2015, batu akik sempat booming. Pantauan Indonesia jaya., pasar ini memang tidak terlalu ramai. Beberapa kios nampak tutup. Namun, masih saja ada pecinta batu yang datang kesini.

Penjual batu akik juga masih banyak, mereka dengan sabar menanti para pembeli. Salah satunya adalah Abah yang sering di panggil Raden Tumenggung cokro Mandurono asli wonorejo, sudah berjualan batu akik selama 32 tahun menjelajah berjualan di luar jawa ini dari batu permata sampai batu antik dan unik “Jualan batu gini sudah 32 tahun lah kurang lebih,” ujar Raden cokro saat berbincang dengan Indonesia jaya di Pasar kayun surabaya,Menurut Raden Cokro, pada 2014 dan 2015 saat demam batu akik melanda, dagangannya laris manis. Dia pun bisa mendulang untung Batu lafat dan batu fosil kerang yang diyakini mempunyai daya mistis banyak tawar Tinggi. Namun, kini kondisinya sudah berbeda. Dagangannya tak lagi diserbu pembeli.

Foto: Salah satu tren batu akik

Meski begitu, Raden Cokro dan para pedagang lainnya tak lelah menanti pembeli yang datang. Mereka tetap dengan sabar menunggu setiap hari bisa menafkai keluarga dirumah ujar” Raden Cokro. Nana sudah memiliki kios batu akik sendiri. Sehingga, ia hanya membayar untuk kebersihan, listrik, dan kebutuhan keluarga saja.
Dia menceritakan, dagangannya dulu cukup laris manis. Omzet penjualannya pun cukup tinggi.

“Dulu pas lagi ramai, sehari bisa jual satu sampai dua cincin. Harganya Rp 1-6 juta. Kalau batu bacan, permata, bulu macan, batu unik antik sama juga, cuma emang harganya jauh, dulu saya bisa bawa pulang duit sehari sampai Rp 100 sampai 300 juta,” papar Raden cokro. Tetapi kini Raden cokro merugi. Bahkan dalam sehari bisa 1 sampai 3 orang itupun harga murah. Meskipun Raden Cokro telah menurunkan harga batunya, seperti batu bacan yang dijualnya seharga Rp 20-25 juta saja. Menurut Raden Cokro , untuk menjadi pedagang batu akik kelas atas butuh modal sampai ratusan juta.

Raden Cokro bercerita, dulu saat demam batu akik, dia bisa menjual hingga Rp 400-600 ribu. Tapi saat ini, menjual dengan harga Rp 400 ribu saja belum tentu ada yang membeli.
“Yang penting Sudah menjalankan ibadah cari nafkah keluarga. Udah sepi soalnya. Jual segitu juga udah untung disyukuri saja, tapi tetap aja enggak seramai dan seuntung dulu,” cerita dia. Bagaimana? Masih menjadi peminat atau pecinta batu akik? Tak ada salahnya untuk datang ke Pasar kayun surabaya ini. Pilihan batu permata dan batu akik untuk dibeli masih sangat beragam, dan harganya pun miring. (Yahya)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *