Mengaspirasikan Kaum Disabilitas, Bupati Blitar Melihat Pelatihan Menjahit

 971 total views,  2 views today

Caption: Foto kepedulian disabilitas

Blitar,Indonesia Jaya
Pemerintah Kab. Blitar memberikan sejumlah pelatihan dan ketrampilan bagi kaum disabilitas, suatu wujud kepedulian bagi terhadap penyandang disabilitas. Dengan pelatihan dan ketrampilan diharapkan kaum disabilitas menjadi lebih mampu dan mandiri ditengah masyarakat. Kamis ( 1/8/19) bertempat di Shelter Dinas Sosial Kab. Blitar di Kelurahan Sumberdirin, Kec. Garum. Bupati Blitar menutup pelatihan menjahit bagi warga dengan cacat fisik.
Ditemui saat selesai penutupan Bupati Blitar Drs.Rijanto mengatakan saya bersama Kepala Dinas Sosial dengan muspika menutup pelaksanaan pelatihan menjahit untuk teman-teman Disabilitas diikuti 20 orang. Ini adalah program tiap tahun dari Dinas Sosial untuk teman-teman kita keluarga kita yang disable. Disini ada kursus menjahit ,kursus membuat kue ,kursus membuat bakso dan termasuk pembuatan batik percik yang sudah berhasil luar biasa di desa Resapombo. Saya rasa ini luar biasa karena baju yang mereka pakai saat ini,ternyata hasil menjahit sendiri meski dalam keterbatasan fisik,”ujar bupati.

Caption: Pemberian cindramata

Bupati menambahkan Tentunya pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial untuk warga dissabel. Akan bisa berhasil kalau ada tindaklanjut di masyarakat kepedulian dari warga. Bagaimanapun pemerintah melaksanakan pelatihan-pelatihan tanpa dukungan masyarakat sekitar,seperti perangkat desa dan BPD tentunya percuma. Diharapkan dengan pembekalan ketrampilan ini para teman disabilitas menjadi percaya diri. Lalu bisa mendapatkan penghasilan dengan menerapkan ketrampilan untuk bekerja” tambahnya

Sementara Kepala Dinas Sosial Drs.Romelan mengatakan di Kab. Blitar jumlah penyandang disable fisik mencapai 613. Pemkab Blitar tiap tahun rutin menganggarkan APBD tiap tahunnya untuk mengelar pelatihan bagi kaum disable.
Sehingga dengan adanya pelatihan ketrampilan ini nantinya kaum disable tidak tergantung pada keluarga maupun orang tua. Sebab sesungguhnya mereka mempunyai kelebihan-kelebihan walau secara fisik kurang. Dimana kelebihan yang dipunya dapat diasah maka tidak begitu jauh dengan yang dimiliki oleh orang normal.
Seperti pelatihan menjahit ini kita pilih karena salah satu yang paling dibutuhkan masyarakat. Selain karya juga laku sekarang didesa-desa banyak yang bekerja sebagai penjahit baju dan menghasilkan uang,guna menambah perekonomian keluarganya,”pungkasnya.(edi)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *