Misi dan Visi Kades Terpilih, Wujudkan Desa Bebas Pungli

 581 total views,  2 views today

Caption: Tutik Sri Wahyuningsih, S.Pd Kades Pekuwon Kec. Rengel Kab. Tuban

Tuban,Indonesia Jaya 
Bersih dari aksi pungutan liar dan selalu mengedepankan musyawarah bersama jika ada masalah. Itulah misi dan visi yang dibuat Tutik Sri Wahyuningsih S.Pd., sebagai Kepala Desa Pekuwon Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Tutik Sri Wahyuningsih S.Pd., memiliki program kerja membangun semangat gotong royong dan menghilangkan pelayanan ala birokrasi yang bertele-tele. Mulai pembuatan KTP, mengurus akte kelahiran, hingga surat pernikahan, semuanya harus sesuai aturan dan prosedur yang berlaku dan semua pelayanan gratis.

“Kalau semangat gotong royong sudah bisa dan tidak ada lagi pamrih dan melakukan pekerjaan sebagai perangkat desa penuh tanggunga jawab, ya pungli pelan-pelan bisa hilang. Sekarang, Alhamdulillah tidak ada pungli di Desa Pekuwon Kecamatan Rengel yang saya pimpin. Kalau betulin jalan rusak, bangun masjid semuanya ya gotong royong dan transparan,” ujar Tutik Sri Wahyuningsih S.Pd., di kantor desa disela-sela kesibukannya saat dikonfirmasi media Indonesia Jaya.

Tutik (panggilan akrabnya,red) mengatakan awal perjuangan memimpin desanya yang memiliki jumlah seribu jiwa cukup berat. Menurutnya, menyatukan pola pikir warga agar bisa selaras adalah perjuangan yang butuh proses dan waktu. Secara bertahap, akhirnya Tutik aktif dari rumah ke rumah warga untuk jalin komunikasi sekaligus mengenal serta mengetahui kondisi warganya.

Sambil aktif berkomunikasi dengan warganya, Tutik juga langsung mengarahkan jajaran perangkat kerja bawahannya (perangkat desa) untuk bisa melayani sepenuh hati. Awalnya, cara ini juga sulit karena dirinya mesti memberikan contoh langsung kepada bawahannya. Sikap santun, ramah, dan tanpa pamrih dilakukannya sebagai contoh langsung.

“Harus berkorban dengan waktu. Semuanya ada imbalan kepuasan tersendiri. Ya, sekarang kepuasan itu dilihat kalau jalan ke desa saya. Mereka bisa gotong royong kalau ada masalah. Terus nggak harus ke polisi, tapi pakai cara musyawarah (kalau ada masalah). Yang bagusnya lagi, cara pungli sudah tidak ada, semuanya berjalan ikhlas untuk bantu,” ujar Tutik.
“Mudah-mudahan ya. Harapan saya bisa berlanjut dan konsisten. Kalau bukan warga sendiri yang peduli Desa, siapa lagi?” ujar Tutik.(Doni)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *