DPP PJI Adakan Diklat Jurnalis Wartawan Profesional dan Kompeten

 650 total views,  2 views today

Caption: Ketua Umum DPP PJI (Tengah Duduk) Foto Bersama Peserta Diklat.

Surabaya, Indonesia Jaya – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) kembali adakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) jurnalistik. Diklat diikuti wartawan dari berbagai media baik cetak, elektronik maupun online dan masyarakat berbagai kalangan. Acara yang dilaksanakan Gedung Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur (Jatim), Minggu (25/8/2019)

Dihadiri unsur DPP PJI, unsur pimpinan daerah Dandim 0831/Surabaya Timur, Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, S.Sos., M.I., Pol., Polrestabes Surabaya yang diwakili Kasubbag Humas AKP M. Akhyar, SH., MH.
Ketua panitia pelaksana Anton Hery Wibawa, SH., mengatakan thema yang diusung pada diklat kali ini adalah, “Dengan orientasi organisasi PJI yang profesional, berkompeten dan independen.” Harapannya, dalam diklat wartawan memperhatikan materi yang diajarkan dan menjadikan wartawan peserta diklat menjadi siap mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) nantinya setelah mengikuti diklat, paling tidak wartawan peserta diklat dapat mendapatkan tambahan pengetahuan menulis berita,” jelas Anton dalam sambutannya.

Diklat diikuti peserta lebih dari 100 wartawan dari berbagai media dan wilayah di Jawa Timur bahkan ada dari Jakarta serta perwakilan dari beberapa perusahaan PT SIER Surabaya.
Ketua Umum DPP PJI Hartanto Boechori menambahkan bahwasanya, “kegiatan diklat ini, ada nilai tambahnya. Selain jadi ajang silaturrahmi karena dapat mengumpulkan wartawan untuk mengikuti orientasi, peserta juga dapat menambah pengetahuan dan wawasan untuk digunakan saat liputan berita.

“Saya ucapkan terimakasih kepada peserta diklat. Semoga, hasil dari diklat hari ini dapat diterapkan di lapangan sebagai wartawan profesional dan berkompeten,” jelas Hartanto Boechori.

“Semangat teman-teman dalam mengikuti pelatihan ini, sangat nampak. Terlihat dari kesadaran dalam mengikuti pembelajaran dalam mendapatkan tambahan pengetahuan serta wawasan jurnalistik agar lebih profesional dan berkompeten. Terutama memperhatikan Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, kode etik jurnalis (KEJ), ” terang Joko Tetuko pembawa materi diklat.

Joko Tetuko menambahkan, “dari program orientasi diklat ini merupakan pintu pertama untuk pembinaan jurnalis kedepannya, serta menyiapkan wartawan dan sebagai bekal persiapan mengikuti UKW. Sehingga akan muncul wartawan yang lebih baik, berbobot, profesional dan berkompeten dari yang lain.

“Pekerjaan wartawan tidak gampang, profesi ini adalah pekerjaan yang mulia. Makanya, setiap wartawan harus menguasai permasalahan dengan ilmunya.” Tandas Joko Tetuko mengakhiri materi yang dibawakan dan disampaikan kepada peserta diklat.(tim MIJ)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *