BPBD Distribusikan Air Bersih di 2 Kecamatan Terdampak Kekeringan

 700 total views,  2 views today

Caption: BPBD Kabupaten Tuban distribusikan air bersih

Tuban,Indonesia Jaya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Selasa (27/8/19) mendistribusikan bantuan air bersih di tujuh titik wilayah Kabupaten Tuban yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

“Ada tujuh titik desa yang di distribusikan air bersih pada hari ini yaitu, Dusun Gempol, Desa Genaharjo, Dusun Tlogonongko, Desa Jadi, Dusun Gowah, Desa Jadi, Kecamatan Semanding. Sedangkan di Kecamatan Grabagan petugas mendistribusikan air bersih di Dusun Timang, Desa Grabagan, Dusun Ngesong, Desa Ngandong, Dusun Banteng, Desa Ngandong dan Dusun Waleran, Desa Waleran.” jelas Gaguk.

“Pendistribusian bantuan air bersih ini, merupakan tindak lanjut Surat Permohonan Bantuan Air Bersih dari Kecamatan Semanding dan Kecamatan Grabagan,” terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tuban, Gagauk Hariyanto.

Gaguk menambahkan, pendistribusian bantuan air bersih Team TRC BPBD dengan mengunakan sebanyak 2 Unit Mobil Tangki berkapasitas 7.000 liter tersebut, juga sekaligus berdasarkan dari hasil data Assesmen dari Team Jutupasna BPBD di lapangan perihal bencana kekeringan.

Adapun untuk rincian pendistribusian bantuan air bersih adalah sebagai berikut:

Kecamatan Semanding
1. Dusun Gempol, Desa Genaharjo sebanyak 457 KK/1.000 Jiwa/1 Rit tangki air bersih
2. Dusun Tlogonongko, Desa Jadi sebanyak 579 KK/507 Jiwa/1 Rit tangki air bersih
3. Dusun Gowah, Desa Jadi sebanyak 250 KK/1.000 Jiwa/1 Rit tangki air bersih.

Kecamatan Grabagan
1. Dusun Timang, Desa Grabagan sebanyak 250 KK/1.000/1 Rit tangki air bersih
2. Dusun Ngesong Desa Ngandong sebanyak 100 KK/500 Jiwa/1 Rit tangki air bersih
3. Dusun Banteng Desa Ngandong sebanyak 60 KK/160 Jiwa/1 Rit tangki air bersih
4. Dusun Waleran Desa Waleran 17 KK/68 Jiwa/1 Rit tangki air bersih.

Dikesempatan yang saat dikofnrimasi Kepala BPBD Tuban Joko Ludiyono menyatakan, “berdasarkan data daerah terdampak kekeringan terus meluas. Hingga kini bencana kekeringan terpantau melanda 33 desa di 10 kecamatan.”

“Kami berharap kerjasama pemerintah kecamatan dan desa, untuk selalu menginformasikan kepada petugas, apabila ada desa yang terdampak kekeringan. Agar dapat langsung terdata, dan dapat di distribusikan air bersih, sehingga masyarakat tidak kekurangan air,” kata Joko.

Bencana kekeringan diprediksi masih akan terus terjadi hingga November mendatang, dan berakhir bersamaan dengan datangnya musim penghujan.(Doni)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!