Pertunjukan Teater Di Bakorwil Bojonegoro

348 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Caption: Acara Teater

Bojonegoro,Indonesia Jaya
Teater bukan hanya perihal aktor dan aktris yang melakonkan sebuah cerita. Teater, laiknya setiap organ di tubuh manusia. Menjalankan peran masing-masing untuk menghidupkan suatu raga.
Musik yang menjadi denyut nadinya. Artistik sebagai perwujudan tulang dan otot yang memperkuat cerita. Tak lupa, peran sutradara yang didukung kerjasama tim sebagai otaknya.
Pertanyaan-pertanyaan sederhana menghantam keresahan muda-mudi Bojonegoro atas kosongnya pentas teater umum. Kemudian digarap dengan serius dan sepenuh hati. Begitulah kiranya Teater,
pelataran kantor Bakorwil Bojonegoro tampak ramai oleh muda-mudi yang duduk bergerombol. Pandangan mata mereka tertuju pada tatanan karpet yang dijadikan sebagai panggung sederhana.
Pintu masuk Gedung Maharani tertutup kain hitam. Seakan membuat pemisah antara dimensi nyata dan memasuki lorong ke dunia teater.
Pukul 19.30, Kepala Bakorwil Bojonegoro, Abimanyu Poncoatmojo memberikan sapa dan sambutan hangat.

Pria yang kini menjabat PJ Sekda tersebut, Nampak sumringah. Sembari menyatakan dukungan dan ajakan bagi muda-mudi Bojonegoro untuk terus berkarya.
Saya sangat senang apabila kawasan kantor Bakorwil Bojonegoro diramaikan dengan kegiatan-kegiatan kreatif anak muda semacam ini. Ekosistem anak muda yang kreatif semacam ini tentu akan kami fasilitasi. Jadi, ayo anak-anak muda, monggo bikin acara seminar, diskusi, musik dan lain-lain. Tak lupa, saya ucapkan, semoga pementasan teater malam ini berjalan sukses, ujar Abimanyu Poncoatmojo. Usai sambutan hangat dari Kepala Bakorwil Bojonegoro.

Lampu sorot menerangi penampilan kelompok musik Thuthak Thuthuk Gathuk (TTG). Kelompok yang mengusung genre folk dan lirik puitis nan magis ini membawakan 3 lagu ciptaannya. Lagu berjudul laut tanpa pantai mengantarkan para penonton untuk masuk ke dunia teater ,para pengunjung juga di hibur musik dan paduan suara, orchestra profesional. Teater tersebut merupakan kolaborasi dari teater Awu teater Lorong Putih, teater Sinomboro Bojonegoro, teater Den Bei . tak lupa kelompok teater dari Unigoro dan IKIP Bojonegoro.
pementasan ini juga menunjukkan betapa Bojonegoro memiliki potensi muda-mudi yang berbakat di ranah seni. Perempuan, laki-laki, semuanya mampu berproses dalam seni. Dan memperlihatkan pada khalayak bahwa kota ini punya denyut kreativitas yang terus terpompa. ( S.An )

Bagikan berita ini

PERHATIAN !!!

Lowongan

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *