Pemkab Madiun Gelar Diklat Tanggap Bencana tahun 2019

 453 total views,  2 views today

Caption: Bupati Madiun H. Ahmad Dawani foto bersama setelah membuka diklat

Madiun,Indonesia Jaya
Bertempat di gedung diklat kabupaten madiun terlaksana Diklat Tanggap Bencana senin, (11/11/19)

Bupati Madiun H. Ahmad Dawami berkenan membuka diklat, di dampingi Bp Prasetya Budiarto S.A.N, m.si SH. Dari kepala Basarnas kantor pencarian dan pertolongan sebagai narasumber di diklat tanggap bencana ini.

Diklat yang di ikuti 14 ASN dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah bermaksud untuk memberikan pengetahuan wawasaan dan cara pandang serta sikap perilaku kerja tentang tanggap benca sehinggga. Tujuan dari diklat ini nantinya setiap perserta mendapatkan sertifikasi kopetensi, asn yang porprosional dan siap menjadi kader ASN tanggap bencana. Kegiatan ini akan laksanakan selama 4 hari, 2 in class dan 2 outclas di yang rencana langsung terjun ke sungai di wilayah Kab Madiun

Bupati Madiun menyampaikan, bahwa dengan di selenggarakan Diklat tanggap bencana ini, mudah-mudahan apa yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat kabupaten madiun. Meskipun jumlahnya peserta 14 orang, namun anda berfikir untuk keselamatan 750.000 jiwa masyarakat Kabupaten Madiun. Ini sebenarnya kurang, tapi mudah-mudahan menjadi embrio yang baik.

Ini merupakan Diklat pertama yang di lakukan BKD. Saya berani mahal soal data dan SDM. Saya membutuhkan data yang riil tentang bencana mitigasi yang menyangkut tentang persiapan bencana. Dan soal SDM, “saya getol” SDM harus siap dan memiliki ketangkasan dalam sangkut pautnya penanganan bencana.

Diklat ini adalah sebuah membentuk embrio, saya ingin 14 orang yang ikut ini bisa menjadi Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tutwuri Handayani. Maksudnya adalah peserta diklat harus menjadi pendorong, pengarah, menciptakan prakasa, ide dan contoh serta tauladan bagi ASN maupun Masyarakat.

Untuk peningkatan kualitas SDM kita tidak berhenti disini. Ini tanggung jawab pemerintahan kabupaten madiun untuk meningkatkan SDM dalam tanggap bencana. Artinya seluruh OPD harus tanggung jawab terhadap bencana namun yang paling depan tetap BPBD. Kedepan kita rencanakan setiap OPD memiliki perwakilan relawan tanggap bencana. Karena berbicara bencana, bpbd tidak bisa bergerak sendiri namun harus ada suport dari opd yang lain. Saya berharap ada kelanjutan ada diklat ini.

Bupati berpesan, agar peserta diklat semangat dalam mengikuti diklat ini. Beliau yang akan menilainya hasil diklat ini nanti dan kedeoan akan ada diklat selanjutnya dengan peserta yang lebih banyak. Jangan sampai ada peserta diklat yang bolos, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat.(hms/W.anto)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *