Oknum TNI AL Arogan Terhadap Warga Tenggumung

 363 total views,  3 views today

Taufik MD, selaku kuasa hukum menunjukkan data korban
Taufik MD, selaku kuasa hukum menunjukkan data korban

Surabaya,Indonesia Jaya – “Kejadian bermula dari 4 bulan yang lalu, ketika oknum TNI AL berinisial M dan A mendatangi lokasi di Jalan Tenggumung Wetan 121, dan mengusir dan menyuruh minggat pengontrak rumah milik klien saya, Hj. Siti Husni,” ungkap Moh. Taufik MD (1/2/20) sekitar pukul 11.30 Wib.

Perkara tanah antar keluarga dijalan Tenggumung Wetan 121 Surabaya dengan ukuran 10 m x 57 m2 menjadi runyam tatkala ada oknum TNI diduga turut campur didalam persoalan itu. Hal itu disampaikan Hj. Siti Husnia melalui kuasa hukumnya Moh. Taufik MD.

“Padahal tanah itu adalah milik klien saya berasal dari mantan suaminya, kenapa tiba tiba oknum TNI yang katanya disuruh Mochdor mendatangi dan mengintervensi pengontrak disini, apa wewenang oknum itu,” lanjut Moh Taufik MD.

“Dari kejadian itu, kita sudah laporkan oknum TNI AL itu ke Pomal pada (29/1/20) kemarin, dan disaat mediasi pihak dari Komandan mau menghadirkan oknum itu untuk minta maaf, kita maafin tetapi kita mau kasus oknum TNI AL itu dilanjut ke Pengadilan Militer, bukan minta maaf terus selesai,” ungkap Moh Taufik MD.

Baca : Peringatan Harlah 94’Th Nahdlatul Ulama (NU) Pac Mulyorejo

“Saya berharap UU Militer direvisi mengingat jika ada dugaan pelanggaran hukum oleh oknum TNI semestinya bisa dilaporkan ke polisi, kalau pelanggaran kode etik baru dilaporkan ke Pomal. Banyak masyarakat awam tidak mengetahui langkah apa ketika harus berurusan dengan oknum TNI, seperti kejadian yang menimpah klien kami ini,” tambah Moh Taufik MD.

“Intinya harus diteruskan jika oknum TNI melakukan intervensi ke warga sipil, bukan minta maaf terus selesai, kita akan laporkan hal ini ke Panglima TNI dan KSAL”, pungkas Moh Taufik MD.

Dikesempatan yang sama orang yang kontrak rumah bernama Sri Wahyuni mengatakan bahwa oknum TNI datang dan membentak dirinya dan beberapa orang yang kontrak dan mengusir untuk pergi dari kontrakan, “Saya menjadi takut atas kejadian itu, Jika tidak pergi dalam waktu seminggu akan kita bego rumah ini, kata Oknum TNI itu,” ungkap Sri.

Hj. Siti Husnia dalam kesempatan itu berharap untuk menindak lanjuti kejadian ini, “Ini sangat mengganggu pengontrak rumah saya, sampai ada yang minta uang kontrakan dikembalikan gara gara ketakutan atas kejadian itu, saya minta pihak Pomal bisa bertindak supaya menjadi efek jera kepada oknum TNI yang sewenang-wenang dengan warga sipil,” pungkas Hj. Siti Husnia. (Red)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *