Jangan ciptakan kesenjangan sosial, gratiskan seluruh sewa rusun di surabaya.

 277 total views,  2 views today

Insert foto: Samsurin Ketua DPC PBB Kota Surabaya

Surabaya.Indonesia Jaya – Kebijakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggratiskan biaya sewa empat Rumah Susun Sewa (Rusunawa) milik Pemprov selama tiga bulan ke depan. Hal itu untuk meringankan perekonomian masyarakat Jatim yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Saya menyambut baik kebijakan bu gubernur tersebut dan saya berharap dapat di ikuti oleh walikota surabaya , agar mengratiskan juga sewa rusun yang dibangun atau dikelola pemerintah kota surabaya,

Karena rata rata warga penguhi rusun adalah masyarkat yang berpenghasilan harian. Contonya rusun rumokalisari surabaya , mereka dominan bekerja sebagai nelayan, petambak, ojol, pedagang kaki lima, Buruh di perusahan swasta apalagi saat ini banyak perusahaan yang mem- phk atau meliburkan para pekerja . “ Ujar samsurin ketua DPC PBB Kota surabaya

Kabar dari gubernur jatim mengenai gartis sewa rusun selama 3 bulan menjadikan warga rusun di rumokalisari dan rusun tanah merah kenjeran menjadi penasaran. “ mosok yang sewa di rusun milik pemprof jatim saja, yang sewa dipemkot surabaya harusnya gratis sekalian,inibkan tidak adil ” ujar pak mujib penghuni rusun tanah merah dan pak syukur penghuni rusun rumokalisari, Surabaya, Kamis (2/4).

Empat rusunawa yang di beri gratis 3 bulan oleh pemprof jatim tersebut yakni, Rusunawa Gunungsari, Rusunawa SIER, Jemundo, dan Semur Welut, seluruhnya kini digratiskan terhitung sejak Maret, April hingga Mei.

Lanjut surin, Bu khofifah juga mengimbau agar bupati dan wali kota di Jatim melakukan hal yang sama di daerahnya. Sebab dengan begitu beban perekonomian masyarakat terdampak pandemi Covid-19 bisa menjadi ringan. Apalagi sekarang mulai diterapkan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ).

Kebijakan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menggratiskan biaya sewa empat Rumah Susun Sewa (Rusunawa) milik Pemprov selama tiga bulan ke depan. Hal itu untuk meringankan perekonomian masyarakat Jatim yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Saya menyambut baik kebijakan bu gubernur tersebut dan saya berharap dapat di ikuti oleh walikota surabaya , agar mengratiskan juga sewa rusun yang dibangun atau dikelola pemerintah kota surabaya,

Karena rata rata warga penguhi rusun adalah masyarkat yang berpenghasilan harian. Contonya rusun rumokalisari surabaya , mereka dominan bekerja sebagai nelayan, petambak, ojol, pedagang kaki lima, Buruh di perusahan swasta apalagi saat ini banyak perusaan yang phk atau meliburkan para pekerja . Ujar samsurin ketua DPC PBB Kota surabaya

Kabar dari gubernur jatim mengenai gartis sewa rusun selama 3 bulan menjadikan warga rusun di rumokalisari dan rusun tanah merah kenjeran menjadi penasaran. “ mosok yang tinggal di rusun milik pemprof jatim saja, yang sewa dipemkot harusnya gratis sekalian,” ujar pak mujib penghuni rusun tanah merah dan pak syukur penghuni rusun rumokalisari, Surabaya, Kamis (2/4).

Empat rusunawa yang di beri gratis 3 bulan oleh pemprof jatim tersebut yakni, Rusunawa Gunungsari, Rusunawa SIER, Jemundo, dan Semur Welut, seluruhnya kini digratiskan terhitung sejak Maret, April hingga Mei.

Lanjut surin, Bu khofifah juga mengimbau agar bupati dan wali kota di Jatim melakukan hal yang sama di daerahnya. Sebab dengan begitu beban perekonomian masyarakat terdampak pandemi Covid-19 bisa menjadi ringan. Apalagi sekarang mulai diterapkan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ).

PSBB ini kan sama dengan lockdown, tapi tidak terang terangan, kalau lockdown beneran kan pemerintah wajib melaksanakan UU no 6 tahun 2018 tentang karangtina. Negara wajib menberi makan rakyatnya,

Ya sekarang alon alon lah pemkot surabaya kasi keringanan beban hidup masyarakat. Kalau bisa ya kasih sembako ke warga rusun dan warga prasejahtera lainnya. Kata ketua DPRD Kota surbaya setiap hari banyak bantuan masuk ke pemkot surbaya, baik APD, sembako dari para pengusaha , lantar bantuan itu di sebarkan kemana ? (*)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!