Penerapan Hari Pertama PSBB Bundaran Waru Macet Total

 699 total views,  4 views today

Insert foto: Ribuan pengendara roda dua dan roda empat memadati bundaran waru pintu masuk surabaya macet total.

Surabaya. Indonesia Jaya – Hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pintu masuk Surabaya dari arah Sidoarjo tepatnya daerah Bunderan Waru dipadati ribuan kendaraan. Pelat nomor yang mendominasi adalah L, W, dan pelat luar Surabaya lainnya.

Saat memasuki Bundaran Waru, petugas gabungan dari Dishub, Kepolisian, Satpol PP hingga Polisi Militer (PM) memeriksa identitas, kelengkapan kendaraan, dan surat tugas pengguna jalan. Jika pengendara yang tak memiliki keperluan penting akan diarahkan putar balik dan dilarang masuk Surabaya.

Bundaran Waru arah ke Surabaya dijaga ketat oleh petugas gabungan. Dari ribuan pengendara, terlihat banyak pengendara motor yang masih berboncengan.

Pengendara yang berboncengan disuruh putar balik. Sebab pengendara berboncengan itu tidak satu alamat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Irvan Wahyudrajad mengatakan di hari pertama pemberlakuan PSBB masih banyak pengendara, baik pelat L, W, dan pelat lainnya yang tak mematuhi poin-poin PSBB. Menurut Irvan, di hari pertama PSBB ini mungkin pengendara menganggapnya seperti hari biasa, padahal pintu masuk sudah dijaga ketat.

“Mungkin besok sudah ada yang tahu, besok mungkin berkurang (pengendara),” kata Irvan di pintu masuk Bunderan Waru, Selasa (28/4/2020).

Baca Juga: PSBB Di Sidoarjo Akan Diberlakukan Jam Malam

Irvan menjelaskan kepada pengendara yang berboncengan dan tidak menggunakan masker akan disuruh putar balik.

“Pemeriksaan lebih ketat disini, selama tidak bergoncengan plat L, W bisa langsung. Tadi sudah kita minta kembali (pengendara) karena tidak pakai masker kita minta kembali,” jelasnya.

Penerapan penjagaan ketat ini akan dilakukan 24 jam selama pemberlakuan PSBB. Irvan mengaku yang paling berat penjagaannya saat pagi hari dan di hari pertama.

“24 jam, kita sudah bagi tiga shift, yang paling berat pagi hari. Energinya besar, full time pagi dan di hari pertama,” urainya.

Tak hanya di pintu masuk, ruas jalan di tengah kota pun juga diawasi.

“Di tengah kota kita pelototi mal. Di kampung-kampung juga perlu sosialisasi terus,” tukasnya (Bledex)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!