Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Meminta Walikota Surabaya Segera Turunkan Bantuan Kepada Masyarakat

 765 total views,  2 views today

Insert foto: Samsurin Ketua OKK MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya

Surabaya.Indonesia Jaya Beberapa RT dan RW berkunjung ke Sekretariat Pemuda Pancasila Kota Surabaya di jalan Darmahusada Indah Utara 1 Surabaya. Mereka mengadukan soal lambatnya bantuan BLT maupun sembako kepada masyarakat yang sudah mendaftar sebagai MBR.

“Sampai hari ini (3/5/2020) bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak PSBB belum diterima sama sekali.” kata saudara Yanto warga RT 10 Kelurahan Morokrembangan.

Begitupun juga Purnomo warga lidah kulon, mengeluh karena warkopnya sudah satu bulan ini ditutup, katanya ada kopensasi buat para usaha kecil selama masa PSBB , nyatanya hampa belaka.

Sementara Taufik ketua RW 1 Kelurahan Tambak Osowilangun, mengatakan bahwa proses verifikasi MBR yang dinsos kota surabaya terlalu lama,” inikan sudah seminggu di laksanakan PSBB, tapi kami malah swadaya sendiri dengan dana patungan masyarakat untuk membantu saudara kami warga tidak mampu dan yang tidak bekerja.”ucapnya

Begitu juga Indah Sutoko Ketua LPMK Kelurahan Tambak Wedi mengiyakan persoalan tersebut, ” ini kami semua RT/RW dan LPMK korban dari diterapkannya PSBB, kami sudah membantu pemerintah agar program ini sukses untuk menanggulangi virus corona, lha kok malah pemerintah kota surabaya menghambat sendiri keinginannya untuk PSBB.

“Ini sama saja para RT RW dibuat babak belur oleh kebijakan PSBB ini, wong di dukung malah pemerintah kota sendiri yang membuat amburadul.”Tegasnya.

Selanjutnya Samsurin ketua OKK MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya yang menemui RT/RW dan LPMK ini mengatakan, “ pemuda pancasila sejak awal sudah mensosialisasikan bahkan melalui ketua MPC Kami bapak haries purwoko membuat vidio blog agar masyarakat surabaya berperan serta serta mensukseskan PSBB“.

lanjut Surin, pemahaman tentang pentingnya PSBB sudah di pahami oleh masyarakat dan terbukti mereka patuh dengan manjaga daerahnya sendiri sendiri dengan melakukan seperti karantina mandiri, sangat kelihatan saat ini volume penurunan kendaraan lalu lintas semakin sepi, itu artinya masyarakat surabaya memahami keadaan saat ini dan insya Allah mereka melakukan kegiatan dirumah saja.

Saya meminta kepada pemerintah kota surabaya dalam hal ini ibu risma, tidak perlu bertele tele soal data verifikasi, segera realisasikan kewajiban pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan pokok selama PSBB,

“turunkan segera BLT dan sembako, langsung saja barang dan uang datang kemudian serahkan pada RT dan RW, bukankah mereka selama ini punya hardcopy datanya ,” Tegasnya

untuk monotoring dan evaluasinya bisa melibatkan lurah dan camat, bimaspol , babinsa , tokoh agama dan tokoh masyarakat diwilayah masing masing , ini kalau di tunda tunda masyarakat bisa tidak sabar dan bisa menganggu ketertiban selama PSBB.
Dan itu semua tidak diharapkan toh,

Surin lanjut menjelaskan, aplikasi yang dibuat bapekko kota surabaya tersebut tidak efisien dan menambah jarak waktu semakin panjang, insya Allah RT RW kita se surabaya ini memiliki kemampunan dan bisa dipertanggung jawabkan atas bantuan yang disalurkan.
Jadi percayakan sama mereka.

“Mosok rek suroboyo koyok ngene, malu kita ini, melaksanakan PSBB saja tidak mampu apalagi membasmi covid hingga tuntas 100 persen.” Jelas Surin

Surin juga menegaskan.” Kami Pemuda Pancasila, punya jaringan sosial di tingkat ranting, selama ini kami juga banyak baksos dan siap bantu pemkot , dan banyak ormas lain yang perpengalaman di kota surabaya ini, libatkan jangan sok hebat sendiri lah, saat ini diperlukan persatuan dan kecepatan serta transparasi informasi untuk kekuatan. melawan corona ini,

Apa pemkot surabaya masih butuh waktu hingga diperlukan PSBB jilid 2 ?

“Saya harap PSBB surabaya cukup satu kali saja biar efisien anggaran APBD dan semoga sukses , karena modal kita sudah ada, lihat itu semua lembaga masyarakat RT, RW , LPMK dan banyak perusahaan serta yayasan turun ikut baksos , mosok pemkot malah melempem.”Tegasnya. (Bledex)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!