Polsek Kenjeran Jaring 63 Pemuda 37 Motor Diduga Balap Liar Di Suramadu

 586 total views,  2 views today

Insert foto: Sebanyak 63 pemuda 37 motor yang berhasil diamankan Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,

SURABAYA,Indonesia Jaya – Sebanyak 63 pemuda yang berhasil diamankan Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dalam giat penindakan pemuda yang diduga akan melakukan aksi balap liar sekitaran jembatan Suramadu di depan BPWS pada Jum’at (08/05/2020) sekira pukul 17.00 Wib.

Dalam operasi tersebut, 63 pemuda dan 37 sepeda motor yang diduga melakukan aksi balap liar langsung di gelandang oleh petugas ke Mapolsek Kenjeran guna dilakukan penindakan lebih lanjut.

Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami, S.H., mengatakan, banyaknya masyarakat yang resah terhadap aksi balap liar disekitaran Jembatan Suramadu membuat kepolisian meresponsnya dengan menggelar razia balap liar.

“Sasaran kami yaitu balap liar, dalam razia ini kami berhasil menjaring 63 remaja dan mengamankan 37 unit sepeda motor yang tidak sesuai dengan standard,” ujar Esti.

Lanjut Esti, untuk memberikan efek jera kendaraan bermotor yang tidak memiliki surat dilakukan penindakan tilang dan motornya diamankan dihalaman Polsek Kenjeran selama satu bulan lebih.

“Kami akan lakukan tindakan tegas bagi para pelaku yang diduga yang melakukan aksi balap liar, berupa surat tilang pada sidang tanggal 22 Juni 2020 mendatang,” tuturnya.

Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami, S.H., pihaknya juga akan lakukan penyitaan sepeda motor selama tanggal sidang yang ditentukan.

Baca Juga: Diduga Konsleting Listrik Sijago Merah Hampir Melalap Rumah Warga Kalijudan

“Jadi kami juga akan menyita sepeda motor tesebut, selama surat tilangnya selesai dan kalaupun mau mengambil sepeda motornya harus juga di lengkapi sesuai dengan standard sepeda motornya masing – masing,” terang Esti.

Terkait dengan pelanggaran tersebut maka pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kenjeran menghimbau kepada masyarakat khusunya di walayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak agar selalu menaati peraturan ketika berkendara dan tidak dengan kecepatan tinggi karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Esti juga menambahkan, kepada masyarakat Kota Surabaya juga diimbau agar menggunakan kelengkapan kendaraan sesuai dengan ketentuan seperti penggunaan knalpot yang standard dan tidak bising agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kami akan menindak tegas setiap pengendara yang masih berkendara dengan kecepatan tinggi (kebut-kebutan) serta tidak mentaati aturan berlalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat umum,” tegas Esti.   (Bledex)

Saksikan video menarik berikut ini:

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ma'sum Af

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!