Hamil 4 Bulan Perawat Meninggal Positif Corona di RS Surabaya

 484 total views,  4 views today

Meninggalnya perawat Royal ARI Puspita Sari,S.Kep,.Ns.
Meninggalnya perawat Royal ARI Puspita Sari,S.Kep,.Ns.

Surabaya,Indonesia Jaya – Perawat positif Covid-19 meninggal dalam keadaan hamil di Surabaya. Juru Bicara RS Royal Surabaya dr Dewa Nyoman Sutayana menjelaskan jika Ari tercatat sebagai karyawan di RS Royal Surabaya. Meninggal dunia terinfeksi virus corona saat hamil 4 bulan. Semasa hidup Ari bekerja di ruangan non isolasi. Positif dan tidaknya sampai saat ini informasinya belum lengkap ya, tapi ya mengarah ke arah Covid-19. Tapi untuk informasi lebih lengkapnya sampai saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia Jaya, Senin (18/5/20). Pasien sudah meninggal pukul 10.50 tadi pagi. Dia perawat RS Royal, bekerja di ruang yang non isolasi, kondisinya saat itu sedang hamil. Sehingga kami dari rumah sakit tidak membebankan pekerjaan almarhumah ke pelayanan infeksius, yang menular atau isolasi, imbuhnya. Jadi yang bersangkutan ini kami tempatkan di ruang perawatan non isolasi. Sehingga misalnya ada dugaan-dugaan yang mengatakan ‘bahwa pasien ini hamil kok di taruh di ruang isolasi’ itu tidak benar,” ucapnya.

Perawat Ari sudah sudah sakit sejak sepekan yang lalu. Bahkan dia sudah diisolasi selama 4 hari di RS Royal.

Namun karena kondisinya kurang membaik, pasien akhirnya dirujuk ke RSAL dr Ramelan, Sabtu (16/5/20) kemarin.Dalam unggahan akun @HendroSunar, terlihat petugas medis dengan APD lengkap membawa perempuan yang disebut sebagai perawat bernama Ari. Ia diduga dalam kondisi kritis dan tengah hamil 4 bulan.

Dokter Tirta turut mengucapkan duka cita terhadap perawat yang tengah hamil empat bulan meninggal dunia
Dokter Tirta turut mengucapkan duka cita terhadap perawat yang tengah hamil empat bulan meninggal dunia

“Perawat RS Royal Surabaya, positif Covid 19 dan kondisi hamil 4 bulan, saat ini sudah menggunakan Respirator… Mohon doa untuk ibu dan calon bayi… ,” tulis @HendroSunar, dalam unggahan yang sudah dibagikan lebih dari 19 ribu kali ini.

Belakangan, disebutkan perawat tersebut sudah meninggal dunia. Hal ini diketahui dari unggahan @dr.tirta yang menyatakan akan mengibarkan bendera setengah tiang untuk mengenang petugas medis yang gugur. Pesan haru dan duka mendalam pun dirasakan oleh netizen di media sosial. Mengingat kondisi perawat tersebut yang tengah dalam kondisi hamil dan janinnya yang juga tak terselamatkan.

“Baru tadi pagi baca berita mendoakan kesembuhan nya dan takdir berkata lain ….pahlawan itu beserta calon baby nya dipanggil Tuhan….selamat jalan kak selamat jalan pahlawan semoga syurga untukmu sebaik baik tempat untukmu ….Al faatihah,” tulis Entywidyasari.

Baca juga : Pemberian Bantuan Sosial Dampak Covid 19 Se-Kec. Arjasa, Camat Enggan Komentar

“Yang ngomong covid cuma konspirasi silahkan datang ke lapangan dan lihat betapa kewalahannya tenaga medis berjuang.. ,” tulis Kiddi_34. Penulis (Yahya)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!