Miris Dapat RTLH, Malah Pembangunan Terbengkalai Di Duga Bahan Bangunan Disunat

 1,242 total views,  2 views today

Saniri bersama istrinya, penerima bantuan rumah RTLH
Saniri bersama istrinya, penerima bantuan rumah RTLH

Bondowoso,Indonesia Jaya – Program pembangunan rumah tidak layak huni ( P-APBD ) tahun anggaran 2019 desa Tanggulangin Kec. Tegalampel Kab. Bondowoso, Minggu ( 14/6/20 )

Nasip makang yang menimpa keluarga Saniri warga desa Tanggulangin, Saniri yang setiap harinya hanya berkerja buruh tani dan hidupnya bersama istri sebatangkara sungguh malang nasip Saniri bersama istrinya sudah tidak punya apa apa dan tempat tinggalpun numpang sama tetangganya

Sungguh miris, setelah mendapatkan program RTLH tersebut belum juga selesai dibangun seharusnya dari jangka waktu tersebut seharusnya sudah selesai, sampai saat ini pun tidak dikerjakan

Baca juga : Sahabat Mas Tim Cobra Surabaya Bersenirgi Dengan KS2J, Beri Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan Face Shield

Saniri warga desa Tanggulangin saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan awalnya saya sangat bersyukur dan bangga karena sudah dapat bantuan rumah tersebut karena bagi saya sekeluarga ini adalah Rezki yang tak terkira.

Tapi saya disisi lain sangat kecewa kepada supleyer nya yang berinisial HS karena pembangunan rumah ini sudah mulai tahun 2019 bulan 12 sampai sekarang sudah 7 bulan pun belum selesai dan tidak bisa di tempati juga sampai saat ini masih belum di lanjut

Ini saya masih punya pinjaman pasir sama tetangga 1 Truk karena yang dulu pasirnya cuma datang satu Truk mas.”Pungkasnya Saniri

Saat koordinatornya di konfirmasi oleh awak media mengatakan bahwa bantuan tersebut bisanya sudah selesai tapi kenapa sampai sekarang belum selesai dan tidak di kerjakan, setelah saya kroscek kelokasi ternyata semua bahannya tidak ada mas

Program itu ada 12 titik mas tapi itu sebagian materialnya ada yang cukup ada yang tidak cukup, setelah saya tanya sama sipenerima bantuan tersebut dari bahan ada yang kurang itu yang kurang bahan berkisaran ada 6 titik

Pasir datang 1 Truk, terus batu bata biasanya 4600 ( empat ribu enam ratus ) tapi yang datang cuma 4000 ( empat ribu ) juga semen itu biasanya 31 ( tiga puluh satu ) tapi yang datang cuma 23 ( dua puluh tiga ) terus genteng biasanya kalau gak salah 1500 ( seribu lima ratus ) tapi yang datang cuma 1000 ( seribu )

Saya selaku koordinator sangat malu sama warga yang dapat bantuan tersebut karena selalu tanya sama saya kapan dan kapan rumah itu mau diselesaikan dan itu pun sudah beberapa bulan tetep terbengkalai seperti itu, imbuhnya ( Rudi )

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!