Gempol Jadi perhatian Khusus Forkopimda Kabupaten Pasuruan

 363 total views,  4 views today

Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf saat sesi tanya jawab dengan awak media
Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf saat sesi tanya jawab dengan awak media

Pasuruan,Indonesia jaya – Kecamatan Gempol, menjadi Kecamatan yang memiliki pasien positif Covid-19 dengan jumlah tertinggi di Kabupaten Pasuruan. Dengan jumlah 118 jiwa dari 277 penderita Covid-19 secara keseluruhan, Kecamatan Gempol menjadi satu – satunya kecamatan yang menembus angka 100.

Melihat fakta tersebut, Forkopimda Kabupaten Pasuruan menggelar Apel dan Patroli Skala besar, yang dimulai dari Mapolsek Gempol dan berturut – turut mengunjungi PT Java Autocom Indonesia (JAI) Gempol, PT Aneka Tuna Indonesia (ATI) Gempol, PT Coca Cola Amatil Indonesia dan Dusun Kuwung, Desa Karangrejo, Senin (22/6/2020).

“Kecamatan Gempol adalah salah satu kecamatan yang cukup banyak masyarakatnya yang terkonfirmasi Covid-19. Untuk itu, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah. kita ingin pastikan, bahwa perusahaan – perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Gempol menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. “Tegas Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf.

Lanjut Bupati pemantauan terhadap perusahaan wajib dilakukan, “karena untuk menghambat Covid-19, dibutuhkan dukungan dari semua pihak, “Sebutnya.

“Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, dunia usaha, masyarakat dan seluruh jajaran pemerintahan desa untuk bersama – sama proaktif. Karena penanganan Covid-19 ini, tidak bisa kita serahkan hanya pada TNI – Polri dan pada pemerintah semata, “Pintanya

Bupati saat beri sambutan
Bupati saat beri sambutan

Bupati menegaskan, akan mengevaluasi protokol kesehatan tiap – tiap perusahaan. juga siap menerapkan sanksi bila masih ditemukan perusahaan yang tak menerapkan himbauan pemerintah.

“Kalau nantinya, masih ditemukan pelanggaran atau pihak perusahaan menyepelekan, maka akan kita tindak tegas. Kita akan tutup. Karena kita punya kewenangan untuk hal itu, “Paparnya.

Tindakan tegas menurutnya diperlukan. mengingat, memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat adalah hal yang tak bisa ditawar.

Baca juga : Era New Normal COVID-19, Dandim 0822 Dan Kapolres Bondowoso Kunjungi Ponpes Nurul Ulum

“Kita akan evaluasi Protokol kesehatan di setiap perusahaan dan itu wajib. Kita tidak menginginkan adanya PSBB. Makanya, kuncinya adalah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, “Tutup Bupati. (Haidir)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!