Oknum Sekdes di duga selewengkan Dana BPNT

57 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Foto awak media bersama kades cepoko Rejo Pak Yaskur
Foto awak media bersama kades cepoko Rejo Pak Yaskur

Tuban,Indonesia Jaya – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Pemerintah untuk masyarakat miskin yang diduga diselewengkan oleh oknum perangkat desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban terus bergulir.

Yaskur Kepala Desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban kepada awak media mengungkapkan keprihatinannya dengan adanya kejadian yang menimpa sejumlah warga yang berada diwilayah kepemimpinannya.

“Awalnya itu saya dilapori oleh Agen46BNI terkait adanya kartu yang mencurigakan, kemudian kami bekerja keras dalam upaya agar persoalan ini jelas, kami gelar pertemuan bersama Sekdes, Agen46BNI, pendamping TKSK , dan pihak Kecamatan , awalnya pak Sekdes dalam dua kali pertemuan tidak mau ‘ngaku’, akhirnya dia mengakui semuanya.” kata Bung Yaskur panggilan akrabnya pada awak media Indonesia Jaya, turut hadir sejumlah awsk media yang tergabung dalam Majelis Pers Nasional (MPN) Korwil Tuban di kantornya. Selasa. (23/6/20).

Kades Yaskur menambahkan jika dirinya tidak menyangka kalau urusan tersebut menjadi besar dan viral, saat dia menghadap Bupati Tuban diperintahkan untuk menindak tegas perangkat desa (Perades) yang menyelewengkan bantuan untuk warga miskin.

“Saya kaget waktu dengar warga saya mendatangi kantor Dinsos P3A dan lebih kaget lagi waktu dengar kasus ini resmi dilaporkan ke Polisi.” katanya.

Baca juga : Polres Bondowoso Gelar Rapid Test Drive Thru Gratis

Kades Cepokorejo sangat berharap dengan adanya kejadian ini pihaknya akan selalu berkoordinasi jangan sampai Kejadian ini terulang lagi.

Sementara itu, di hari yang sama , Agen 46BNI Desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, Hartono saat diwawancarai oleh awak media menjelaskan bahwa dirinya merasa curiga dengan kartu yang menurutnya sangat janggal.

”Saya jadi Agen46BNI mulai Agustus 2019, yang sebelumnya agennya adalah Istrinya Sekdes (Mbak Lilik) setelah Sekdes Meninggal ada kekosongan Agen, karena Sekdes tidak memenuhi syarat sebagai agen karena nggak punya toko akhirnya diberhentikan sebagai penyalur BPNT.” kata Hartono.

Pada tanggal 10 Mei 2020 itu ada 7 (Tujuh) orang ingin mencairkan beras, tutur Hartono menambahkan , mereka menyodorkan kartu yang katanya baru di bagikan oleh pak Sekdes sebelum tanggal 10 mei 2020.
“Sepengetahuan saya kalau kartu baru berarti belum ada‘ beret-beret’nya, tapi ini katanya baru dibagikan kok kayak sudah sering dipakai, karena curiga kartunya saya tahan dan saya melaporkan hal tersebut ke Kepala Desa.” tuturnya.

Dari 7 kartu , menurut keterangan Hartono terus bertambah menjadi 15 dan akhirnya berjumlah 46 kartu yang bermasalah.
“Sebelum Lebaran kartu yang masuk sebanyak 15 kartu dan sesudah Lebaran menjadi 46 kartu , bedanya yang sebelum Lebaran (15) kartu ada saldonya rp.200 ribu dan yang sesudah lebaran (31) kartunya kosong tidak ada saldonya .” jelas Hartono.

Menurut hitungan Hartono yang sudah dikembalikan oleh sekdes Cepokorejo kurang lebih Rp.108.400.000,- ( Seratus delapan juta empat ratus ribu rupiah) dan yang belum dikembalikan selama 6 bulan kurang lebih sebesar Rp.30.360.000 (Tiga puluh juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah).

“Untuk yang enam bulan dari pak sekdes menyuruh dibagikan , sedangkan oleh pihak polisi tidak boleh dibagikan, jadi besok hari ini. (24/6/20) dana Rp.30.360.000 itu saya titipkan di polisi.” terang Hartono.

Terpisah , Plt Kepala Dinsos P3A Kabupaten Tuban, Drs. Joko Sarwono berharap, terkait permasalahan di Desa Cepokorejo menjadi yang terakhir.
Menurutnya, Dinsos pada setiap bulan akan mengirimkan BNBA penerima Bansos BPNT. Kemudian, melalui Camat yang nantinya mendelegasikan Kades atau Lurah diharapkan untuk mengumumkan di Balai Desa atau Kelurahan di Kabupaten Tuban.
“Itu semua solusi yang kami lakukan, dan kami minta agar kejadian di Palang adalah yang terakhir.” terang Joko Sarwono.

Masih Joko Sarwono menegaskan, segera mungkin pihaknya akan memanggil Pendamping TKSK dan juga Agen.

“Pendamping TKSK kami evaluasi terkait adanya kasus ini, Dinsos P3A tak segan memanggil pendamping TKSK walaupun diangkat dan diberhentikan oleh Dinsos Provinsi Jatim, bagaimanapun Dinsos kabupaten juga diperintahkan untuk mengevaluasi kinerja mereka.” tegasnya.

Sementara Sekretaris Desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban
Susilo Hadi Utomo saat dikonfirmasi via ponsel di 3 nomor miliknya, sampai berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum memberikan satupun jawabannya. (Teguh)

Bagikan berita ini

Ucapan Redaksi

Ongkie Wibisono, Pimpinan Redaksi Media Indonesia Jaya
Ongkie Wibisono, Pimpinan Redaksi Media Indonesia Jaya

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *