Gubernur Jatim Respon Warning KPK

87 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Gubernur jawa timur khofifah indar parawansa
Gubernur jawa timur khofifah indar parawansa

Surabaya,Indonesia Jaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa merapon warning KPK terkait ada Petahana Kepala Daerah yang melakukan penyalahgunaan bantuan Covid-19 untuk kepentingan kampanye dalam Pilkada 2020.

Khofifah menerangkan, KPK menyebut ada kepala daerah di Jawa Timur yang bermain-main dengan refocussing anggaran untuk penanganan Covid-19 di daerahnya.

“Ya sebetulnya waktu kita di Dyandra itu kan kita mengundang juga Pak Pahala Nainggolan. Beliau menyampaikan agar masing-masing yang sedang mengikuti kontes Pilkada ini menjaga jangan sampai ada anggaran-anggaran negara yang dalam bentuk bansos atau bantuan apapun kemudian dikasih label dari kandidat tertentu, ”ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (10/9/20) petang.

Pada Juli 2020 sebelumnya Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengisi materi dalam rakor penyerapan anggaran dan pemulihan ekonomi di Dyandra Convention Center Surabaya, selain KPK, turut hadir pula Kajati, BPKP, OJK dan BI.

Itu secara eksplisit beliau pesan,jadi saya mohon semuanya bisa mengikuti format ini dengan fair play,”imbuh gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan, KPK sudah menegur kepala daerah tersebut agar menormalkan kembali anggarannya. Hal ini untuk mencegah langkah yang mengarah ke tindak pidana korupsi.

Baca juga : BKKBN dan Pangdam V Brawijaya kerjasama program Bangga Kencana

“Kami tidak bisa sebut kabupatennya mana, tapi yang pasti itu di wilayah Jatim,kami sudah menegur dan mengingatkan agar dinormalkan dan diwajarkan, karena kita tidak ingin ini mengarah kepada pidana dan lebih bagus dicegah,” imbuhnya.

Lili menerangkan temuan tersebut didapat KPK setelah melakukan telaah terhadap refocusing anggaran pendapatan dan belanja sejumlah daerah.

“KPK juga melakukan telaah terhadap dana-dana refocusing daerah lainnya. Di mana kepala daerah menganggarkan dengan pertimbangan apakah daerah tersebut akan melakukan pilkada atau tidak,” kata Lili. (Red)

Bagikan berita ini

PERHATIAN !!!

Lowongan

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *